Koma.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap hilangnya kontak lima jurnalis dan tiga kru kapal di perairan Selat Sunda, Banten, saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Presiden Prabowo langsung memerintahkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk melakukan operasi pencarian terhadap delapan orang tersebut.
Perintah itu disampaikan Presiden pada Senin (7/9/2026), hari ketika rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak setelah berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di wilayah Pandeglang, Banten.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo telah meminta jajaran TNI AL bergerak melakukan pencarian. Menindaklanjuti perintah tersebut, TNI AL langsung mengerahkan sejumlah kapal untuk membantu operasi pencarian.
“Bapak Presiden memberikan perhatian khusus terhadap peristiwa ini. Beliau langsung memerintahkan KSAL untuk melakukan pencarian,” kata Prasetyo.
Sebanyak 11 kapal gabungan kemudian dikerahkan untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Pengerahan kapal tersebut menjadi bagian dari operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan unsur TNI AL, Basarnas, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Delapan orang yang dicari terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Kelima jurnalis tersebut berada di kapal yang berangkat dari wilayah pesisir Pandeglang untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Mereka kemudian kehilangan kontak di perairan Selat Sunda.
Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah wilayah perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Tim SAR gabungan juga memperluas area pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arah angin, arus laut, serta titik terakhir keberadaan rombongan.
TNI AL mengerahkan unsur kapal perang untuk memperkuat pencarian. Kapal-kapal tersebut bergerak menyisir sektor yang telah ditentukan dalam koordinasi dengan tim SAR gabungan.
Selain pencarian melalui jalur laut, tim SAR juga memanfaatkan dukungan udara dan teknologi pemantauan untuk menemukan keberadaan rombongan.
Pencarian menghadapi tantangan karena kondisi Gunung Anak Krakatau masih aktif dan terdapat abu vulkanik di sekitar wilayah perairan. Kondisi tersebut turut memengaruhi jarak pandang dan keselamatan operasi pencarian.
Pemerintah memastikan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal terus dilakukan. Instruksi Presiden menjadi dasar bagi jajaran terkait untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang tersedia guna menemukan keberadaan delapan orang tersebut.
Hingga operasi pencarian berlangsung, belum ada kepastian mengenai keberadaan kelima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut. Pemerintah meminta seluruh unsur yang terlibat terus melakukan pencarian hingga mendapatkan titik terang mengenai keberadaan mereka.








