Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Pramono Anung dan Rano Karno Resmi Daftar Pilkada Jakarta di KPU DKI

×

Pramono Anung dan Rano Karno Resmi Daftar Pilkada Jakarta di KPU DKI

Sebarkan artikel ini
Pramono dan Rano Karno
Pramono Anung Wibowo dan Rano Karno di KPUD DKI Jakarta.

KOMA.ID, JAKARTA – Pasangan calon dari PDIP, Pramono Anung dan Rano Karno telah tiba di KPU DKI Jakarta untuk mendaftarkan diri sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2024-2029.

Tampak Pramono Anung mengenakan baju beskap Demang khas Betawi. Begitu juga dengan Rano Karno yang tampak mengenakan baju sadariah. Keduanya langsung disambut hangat oleh Ketua KPUD Jakarta Wahyu Dinata dan para jajaran komisioner KPUD Jakarta.

Silakan gulirkan ke bawah

Tampak hadir mengiringi keduanya, yakni Ketua DPD PDIP Jakarta Ady Wijaya dan para jajaran pengurus PDIP Jakarta, termasuk di antaranya adalah Prasetyo Edi Marsudi. Kemudian juga tampak Ketua DPP PDIP Basuki Tjahaja Purnama dan sejumlah jajaran pengurus DPP.

Diketahui, Pramono Anung Wibowo dan Rano Karno diusung oleh partai tunggal yakni PDIP saja.

“Saya mewakili partai untuk mengantar calon kita yaitu Pak Pramono dan Si Doel (Rano Karno) untuk mendaftar,” kata Ady dalam sambutannya, Rabu (28/8).

Ia mengklaim dokumen pendaftaran yang diajukan sudah lengkap. Ia berharap agar dokumen pendaftaran Pramono dan Rano Karno dapat diterima dengan baik oleh KPUD DKI Jakarta.

“Mudah-mudahan kita punya berkas administrasi sudah lengkap dan bisa diterima dengan baik,” pungkasnya.

Setelah itu, Ady pun menyerahkan dokumen pendaftaran secara simbolik kepada Ketua KPUD DKI Jakarta Wahyu Dinata.

Pramono Dapat Restu Istri, Presiden Jokowi dan Megawati

Pramono Anung mengungkapkan momen ketika dirinya meminta restu kepada dua orang penting saat diperintahkan maju di Pilkada Jakarta 2024.

Dua orang itu disebutkan Pramono Anung tak lain adalah istrinya sendiri dan Presiden Jokowi (Joko Widodo) yang masih menjadi atasannya sampai saat ini.

“Ketika saya ada sinyal dari partai, dari Ibu Mega untuk diberikan amanah di DKI Jakarta, ada dua orang yang langsung saya kontak dan saya langsung konsultasikan,” kata Pramono Anung dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (28/8).

Pramono kemudian menceritakan bagaimana ketika dirinya pertama kali menceritakan kepada istrinya. Menteri Sekretaris Kabinet itu pun pada awalnya tidak mendapatkan restu dari sang istri untuk maju di Pilkada Jakarta.

Namun, permintaan sang istri pun ditolak oleh Pramono Anung karena dirinya lebih memprioritaskan apa yang sudah diperintahkan partai kepada dirinya.

“Saya minta izin istri saya, awalnya istri saya ngapain? Itu yang mendasar, tapi begitu akhirnya saya jelaskan bahwa saya memang kalau diamanahkan untuk bekerja saya tidak pernah menolak,” ungkapnya.

“Saya mendapatkan amanah, saya pasti akan bekerja keras untuk itu, saya bukan orang yang setengah-setengah saya akan bekerja keras,” tambahnya.

Usai berbincang dengan istrinya, Pramono Anung lantas segera meminta ijin kepada Jokowi melalui sambungan telepon.

“Kedua tentunya kepada Bapak Presiden, saya berkonsultasi, saya datang langsung, dan saya juga bertelepon langsung,” bebernya.

Saat berkomunikasi via telepon, Pramono merasa terkejut ketika respons Jokowi yang sempat tertawa mendengar ucapannya. Kendati demikian, Jokowi kemudian langsung memberikan persetujuan kepada Pramono Anung.

“Dan ketika saya berkomunikasi duduk berdua sama beliau setelah beliau pulang dari Lampung, beliau tertawa terbahak-bahak, beliau bilang begini ‘Mas maju’, ‘Mas Maju’,” ungkapnya.

Pramono bercerita, Jokowi memintanya maju karena tidak semua orang diberikan amanah. Ia lalu kembali meminta penegasan kepada Jokowi demi mendapat izin maju di Pilgub.

“‘Pak saya minta izin, bapak izinkan?’ ‘Saya izinkan, Mas harus maju’. Jadi ini lah yang saya komunikasikan,” ujarnya.

Tanggal 30 Medical Checkup

Ketua KPUD DKI Jakarta, Wahyu Dinata menyampaikan Pramono Anung dan Rano Karno akan mendapatkan surat rekomendasi pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari syarat pencalonan mereka dalam Pilkada Jakarta 2024.

“Sehabis acara ini, kami akan mengeluarkan surat rekomendasi pemeriksaan kesehatan,” kata Wahyu dalam sambutannya di KPUD DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat.

Untuk agenda pemeriksaan kesehatan tersebut, Wahyu menyebut akan dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2024 di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta Pusat.

“Pemeriksaan kesehatan itu akan dilaksanakan di RSUD Tarakan. Yang nanti pasangan Pramono dan Rano hadir pertama, otomatis nanti akan diperiksa di hari pertama,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia pun memohon kepada Pramono Anung Wibowo maupun Rano Karno agar mempersiapkan diri sebelum proses medical checkup menyeluruh dari tim dokter RSUD Tarakan.

“Mohon nanti syarat-syarat yang diperlukan, misalnya harus berpuasa sebelumnya dan hal-hal lain yang memang dipersiapkan mohon untuk dipersiapkan,” ucapnya.

“Karena memang salah satu persyaratan calon yang kami nilai yaitu sehat jasmani, rohani dan tidak ada penyalahgunaan narkotika,” sambungnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.