Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus

×

Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus

Sebarkan artikel ini
Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026). (Foto / Istimewa)

Koma.id Kepolisian Republik Indonesia membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang terjadi di Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Iman Imanuddin mengatakan tim gabungan tersebut dibentuk sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam mengungkap pelaku di balik serangan terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

“Bentuk keseriusan Polri dalam menangani perkara ini, kami sudah membentuk tim gabungan pengungkapan perkara,” kata Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).

Tim gabungan itu terdiri dari penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, serta penyidik dari Bareskrim Polri.

Pelaku Diduga Empat Orang

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan analisis rekaman kamera pengawas, polisi menduga aksi penyiraman air keras tersebut dilakukan oleh empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor.

Para pelaku disebut telah mengikuti pergerakan korban sebelum melakukan serangan. Dari rekaman CCTV, mereka terlihat memantau pergerakan Andrie Yunus sejak berada di kawasan Jakarta Pusat hingga mendekati lokasi kejadian.

Polisi menyebut para pelaku sempat menunggu korban di sekitar SPBU Cikini sebelum mengikuti perjalanan Andrie menuju kawasan Jalan Salemba. Aksi penyiraman air keras diduga terjadi sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

Setelah melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri dengan berpencar menggunakan dua sepeda motor ke arah yang berbeda.

Polisi Dalami Rekaman CCTV

Dalam proses penyelidikan, kepolisian juga mendalami sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.

Iman mengatakan beberapa rekaman kamera pengawas memiliki kualitas gambar yang cukup jelas sehingga diharapkan dapat membantu proses identifikasi pelaku.

Polisi juga mengimbau masyarakat tidak mempercayai foto atau informasi yang beredar di media sosial terkait identitas pelaku. Menurut polisi, sebagian gambar yang beredar merupakan rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Penyebaran gambar palsu tersebut diduga dilakukan oleh pihak yang berkaitan dengan pelaku untuk mengaburkan proses penyelidikan.

Korban Mengalami Luka Bakar

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, dada, dan tangan. Polisi telah melakukan pemeriksaan medis serta visum terhadap korban untuk kepentingan penyidikan.

Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, setelah korban menghadiri sebuah kegiatan.

Atensi Kapolri

Kasus ini mendapat perhatian khusus dari Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri. Ia memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan secara intensif guna mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.

Selain membentuk tim gabungan, kepolisian juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini.

Polisi berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang dapat membantu proses pengungkapan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis HAM tersebut.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.