Koma.id, Jakarta – Isu rencana aksi demonstrasi besar dan potensi kerusuhan yang beredar di media sosial sepanjang Agustus ini mendapat perhatian serius. Narasi provokatif dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan HUT ke-81 RI.
Menko Polkam Djamari Chaniago telah memastikan situasi keamanan nasional aman dan dalam kendali pemerintah. Polda Metro Jaya juga telah menindak 28 pegiat media sosial sepanjang Juni-Agustus 2026, dengan 10 orang ditahan dan 10 akun media sosial disita untuk kepentingan penyidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan situasi kamtibmas di DKI Jakarta masih aman dan tertib.
“Kami mendukung penuh langkah Polri untuk menindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar hukum, tanpa pandang bulu. Proses hukum harus dijalankan dengan adil dan transparan guna memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang berniat mengganggu kondusivitas,” ujar Ketua Umum KMI, Edi Homaidi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Video dan narasi yang beredar terkait demonstrasi ricuh sebagian besar merupakan hoaks, video lama, atau hasil editan. Menkomdigi Meutya Hafid mengonfirmasi banyak konten tersebut adalah informasi yang dibuat sepenuhnya tidak benar. Polisi telah mengamankan puluhan orang terkait penyebaran konten provokatif di media sosial yang dinilai berpotensi memicu kerusuhan.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal juga membantah adanya rencana demo besar-besaran dari kalangan buruh. Ia menegaskan bahwa tidak ada agenda aksi nasional yang diserukan oleh serikat pekerja pada Agustus ini.
“Kebebasan berpendapat dijamin undang-undang, tapi bukan berarti bebas bertindak anarkis. Jangan sampai aspirasi yang seharusnya mulia justru berakhir dengan kerusuhan dan merugikan rakyat banyak,” tegas Edi Homaidi.
Tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas umum, pembakaran kendaraan, dan penjarahan sangat dikecam. Masyarakat diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang memecah belah persatuan.
Isu demo besar ini dinilai sengaja dihembuskan untuk menciptakan keresahan menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Aparat kepolisian selalu berada di garis depan dalam menjaga keamanan setiap gelombang demonstrasi.
“Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengisi bulan kemerdekaan dengan kegiatan produktif dan membangun. Jaga persatuan dan kesatuan. Kita tunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang dewasa dalam berdemokrasi,” pungkas Edi Homaidi.














