Koma.id– Komite Rakyat Demokratik (Komrad) 98 mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengambil cuti saat pelaksanaan Pemilu 2024. Mereka menyampaikan keprihatinan bahwa Presiden Jokowi mungkin tidak dapat mempertahankan netralitasnya, terutama mengingat putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, ikut bertarung di ajang Pilpres 2024 sebagai calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Prabowo Subianto.
Para aktivis 98 melihat langkah-langkah yang diambil oleh Jokowi saat ini sebagai upaya untuk melanjutkan dinasti politiknya. Mereka khawatir bahwa dengan kehadiran Gibran dalam pertarungan politik, Pemilu 2024 akan menjadi panggung politik dinasti, yang dapat mengancam prinsip demokrasi yang sehat.
“Jokowi sebaiknya mengambil cuti selama tahapan pemilu berlangsung agar pemilu berjalan bersih, jujur, adil, dan netral,” ujar Komrad 98 Agung Nugroho saat diskusi publik bertema “Aktivis 98 Tolak Politik Dinasti” di Kafe Perjuangan, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2023).
Selain itu Agung juga menilai apa yang dilakukan Jokowi sekarang ini membuat demokrasi tidak sehat dan bertendensi berpihak dalam pelaksanaan Pemilu 2024, khususnya pilpres sehingga munculnya kekhawatiran tentang potensi kecurangan dalam pemilihan tersebut.
“Dengan memanfaatkan kekuasaannya Jokowi melakukan tindakan politik yang menabrak segala bentuk peraturan dan perundang-undangan untuk kepentingan keluarga dan koleganya,” kata Agung.
Survei Median KDM dan Anies Buntuti Prabowo













