Koma.id, Jakarta – Habiburokhman, Anggota Komisi III DPR RI mengapresiasi peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri. Hal ini menurutnya adalah kemajuan yang spektakuler.
“Kenaikan tingkat kepercayaan publik kepada Polri ini sangat signifikan, bahkan bisa dikatakan spektakuler. Sebagai mitra, kami turut bangga dengan pencapaian Pak Kapolri dan jajaran tersebut,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (4/1/2023).
Habiburokhman mengatakan belum pernah terjadi adanya peningkatan sebuah institusi mencapai 10 persen dalam waktu yang singkat. Apalagi kepercayaan Polri pernah turun drastis saat kasus Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa hingga Kanjuruhan.
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
“Saya belum pernah lihat ada satu institusi hasil surveinya meningkat hampir 10 persen hanya dalam hitungan sekitar 3 bulan. Kita tahu, akibat kasus Sambo, Kanjuruhan, dan Teddy Minahasa, hasil survei kepercayaan publik terhadap Polri pernah merosot di bawah 60 persen sekitar Oktober lalu,” ujarnya.
Menurut Waketum Partai Gerindra ini, faktor utama kenaikan survei Polri ini adalah kemampuan di tingkat pimpinan dalam menghadapi masalah-masalah besar, sehingga bisa menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat.
“Faktor utama kenaikan hasil survei ini adalah kekompakan top leader Polri dalam merespons masalah-masalah besar sehingga bisa menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Habiburokhman berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit dapat terus mengangkat moral Polri dan mempertahankan prestasi yang ada.
“Kami berharap hasil survei ini bisa mengangkat moral anggota Polri agar bisa semakin maksimal melayani rakyat,” ucapnya.
Sebelumnya, ada dua survei menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan terhadap Polri. Keduanya yakni, Survei Indikator Politik Indonesia dan Survei Indopol. Survei Indikator Politik Indonesia digelar pada periode 1-6 Desember 2022 sementara Survei Indopol berlangsung pada 14-23 Desember 2022.
Pada survei Indikator, kepercayaan publik terhadap Polri mengalami peningkatan menjadi 66,5 persen pada Desember 2022. Survei ini dilakukan pada periode 1-6 Desember 2022 dengan total 1.220 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling.
Wawancara dilakukan secara tatap muka langsung. Margin of error survei ini sekitar +/- 2,92 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sedangkan berdasarkan survei yang digelar Indonesia Political Survey (Indopol), angka kepercayaan Polri meningkat pada akhir tahun 2022 yakni menjadi sebesar 69,35%.
Survei dilakukan dalam kurun waktu 14-23 Desember 2022 dengan total responden sebanyak 1.240 yang tersebar di 34 provinsi. Pengambilan sampel dilakukan secara multistage random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara secara langsung atau tatap muka. Margin of error dalam survei ini sebesar +- 2,85% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto mengatakan angka kepercayaan ini meningkat dibandingkan pada bulan November 2022 yakni sebesar 60,98%.
“Indopol telah melakukan survei persepsi publik terhadap kinerja polisi di penghujung tahun 2022 dengan hasil tingkat kepercayaan publik sebesar 69.35%. Angka ini meningkat dari bulan-bulan sebelumnya,” kata Ratno dalam keterangan tertulis, Rabu (4/1/2023).














