Koma.id– Direktur Institut Studi Inovatif Generasi & Humanitas Terpadu (INSIGHT), Dede Rosyadi (Deros), meminta masyarakat untuk tidak langsung termakan oleh video viral yang beredar tanpa melihatnya secara utuh. Ia mengingatkan agar publik tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.
Hal ini Deros tekankan menyusul tengah viral di media sosial, membahasakan bahwa Taruna Akpol mengamuk kepada atasannya yang disebut sebagai pengasuh. Dalam video yang beredar, sang taruna sempat mendorong dan memegang kerah baju sang pengasuh yang tengah duduk di kursi panjang.
“Mungkin saja itu hanya latihan drama atau sekedar latihan mental. Soalnya di Akademi Kepolisian (Akpol) sekarang semuanya berjalan baik-baik saja,” ujar Deros, Kamis (5/9/2024).
Ia menilai, ada kelompok tertentu yang memanfaatkan isu ini untuk mendiskreditkan institusi Polri, terutama di tengah transisi pemerintahan yang sedang berlangsung. Namun, Dede optimistis bahwa masyarakat Indonesia sudah semakin cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh video yang viral tanpa keterangan yang jelas.
“Dalam era digital ini, banyak yang mencoba membuat konten viral. Bayangkan jika itu hanya prank atau konten, tentu akan memalukan bagi semua orang. Jangan mudah berasumsi liar,” jelasnya.
Polda Metro Jaya Sebut Perusakan Fasilitas Umum Demo 27 Agustus Dilakukan Kelompok Perusuh
Deros juga menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat mempercayai dan mencintai Polri. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang masih berharap anak-anaknya dapat menjadi bagian dari kepolisian, mulai dari Tamtama hingga Akpol.
“Banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi polisi, itu adalah bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Polri masih tinggi,” tutupnya.














