Koma.id – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto menyoroti adanya pemberitaan media bertajuk “Manuver Firli Menjegal Anies” Judul tersebut, diduga merupakan bentuk playing victim pendukung yang ingin menyelamatkan Anies Baswedan terkait dugaan kasus korupsi Formula E.
“Itu adalah cara politisi membusukkan KPK RI yang lahir dalam era reformasi dalam melakukan penegakan hukum,” kata
Hari Purwanto, lewat siaran pers (1/10/2022).
Hari menyayangkan adanya upaya perang urat saraf dengan memanfaatkan media untuk mengiring dan membangun opini sesuai keinginan pemilik modal dan kepentingan politik. Padahal media seharusnya bersikap independen.
Menhan Sjafrie: Masyarakat Harus Gotong Royong Tangani Karhutla, Tak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah
“Ketika jagonya terjepit karena persoalan hukum dan korupsi, kemudian para pendukungnya (media) mulai membangun opini dan melakukan pendiskreditan terhadap lembaga hukum yang selama ini bekerja berdasarkan UU yang berlaku sebagai payung hukumnya,” ujarnya.
Hari menduga adanya kepanikan kubu Anies dengan proses hukum dugaan kasus korupsi Formula E Jakarta yang diperkirakan sebentar lagi bakal ada titik terang.
Jadi, satu-satunya cara mereka menarik simpatisan publik, adalah dengan pembusukan terhadap lembaga penegakan hukum.
“Langkah penegakan hukum coba dialihkan dengan mencari dukungan ke lapangan politik, sehingga akan mencoba menarik dukungan publik bahwa ini langkah KPK RI akan dibilang seperti judul media tersebut,” pungkasnya.














