Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Makian dan Hinaan Rocky Gerung ke Jokowi Berpeluang Legal Atas Nama Demokrasi di Kemudian Hari

×

Makian dan Hinaan Rocky Gerung ke Jokowi Berpeluang Legal Atas Nama Demokrasi di Kemudian Hari

Sebarkan artikel ini
Makian dan Hinaan Rocky Gerung ke Jokowi Berpeluang Legal Atas Nama Demokrasi di Kemudian Hari

Koma.id Politisi Partai Garuda Teddy Gusnaidi, kembali memberikan komentarnya terkait dugaan penghinanya yang dilakukan Rocky Gerung kepada Presiden Jokowi.

“Jika menghina Tuhan, apakah harus Tuhan yang menuntut?,” ujar Teddy dalam cuitan Twitternya (8/8/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Teddy merasa heran, sebab Rocky pada kasus itu mendapatkan banyak pembelaan dengan alasan yang dihina dan dituduh bukan personal Jokowi.

“Ketika Rocky Gerung menghina dan menuduh Jokowi, maka di kemudian hari, makian, hinaan, dan tuduhan akan legal dilakukan atas nama demokrasi,” ucapnya.

Dikatakan Teddy, apa yang dia bayangkan tersebut bisa saja terjadi jika hukum tidak ditegakkan terhadap tindakan Rocky Gerung tersebut.

Teddy menarik sebuah contoh, seorang warga memaki-maki ketua RT dan menuduh ketua RT mencuri uang, maka warga itu tidak bisa dituntut. Alasannya, yang dihina dan dituduh itu jabatan bukan personal.

“Ada orang membakar kitab suci, kitab suci itu dia beli, maka dia tidak bisa dituntut, karena dia tidak mencuri, tapi membeli. Dia beralasan yang dia bakar itu kertas, bukan kitab suci apalagi ayat suci, karena kertas itu bukanlah ayat,” tukasnya.

“Ada orang yang menghina Tuhan, maka ketika dituntut dia bilang, kenapa kalian menuntut saya? Kalian bukan Tuhan kan? Biar Tuhan yang menuntut saya, bukan kalian. Kalau kalian masih mau menuntut saya, mana surat kuasa dari Tuhan?,” sambung dia.

Jika menggunakan Undang-undang, kata Teddy, maka dia beralasan bahwa yang dia hina bukan Tuhan di agama-agama yang diakui di Indonesia.

“Tapi Tuhan diluar agama yang ada di Indonesia, maka dia tidak bisa dijerat. Ini yang akan terjadi dikemudian hari jika terjadi pembiaran,” kunci dia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.