Koma.id – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, mengatakan mahasiswa harus dapat berperan aktif membuktikan perannya dalam masyarakat dalam merawat kemajemukan dan tidak hanya terjebak dalam retorika remeh temeh dan narasi negatif yang membawa perpecahan.
Menurutnya, di era digital terjadi perubahan besar besaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terjadi banjir informasi yang menyebabkan kebingungan di masyarakat hingga positif dan negatif bercampur baur sehingga terjadi perubahan besar besaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Mahasiswa Indonesia sebagai bagian dalam masyarakat kadang terjebak juga dalam ideologi kematian dengan menyebarkan Berita bohong, hoaks dan narasi negatif,” kata Benny dalam konsultasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Wilayah 4 Jawa Tengah-Yogyakarta, Kamis (30/6/2022).
Benny menegaskan, mahasiswa GMKI hendaknya sebagai representasi terang Kristus dapat berbuat sebaliknya harus bisa menjaga bangsa yang dibangun dari keberagaman ini dengan senantiasa merayakan inklusivitas, menjaga perdamaian dan kebersatuan dengan menerapkan Pancasila.
“GMKI harus dapat merebut ruang publik untuk membumikan Pancasila sebagai bukti cinta kita terhadap tanah Air dan niat nyata mahasiswa sebagai generasi muda untuk membangun bangsa,” katanya.
Ditegaskan Benny, Pancasila harus dapat menjadi dasar Pathos (empati dan rasa kebersamaan), Ethos (bergerak dan bekerja) dan Logos (logika dan pemikiran) bagi semua lapisan di Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Mahasiswa GMKI hendaknya dapat bergerak nyata dengan menjadi Garam dan Terang Dunia yang nyata mewarnai dunia dengan nilai nilai kemanusiaan dan nilai luhur Pancasila,” katanya.














