Koma.id – Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia (GAMIS-INDONESIA) menyoroti rencana Reuni 212 yang nantinya diadakan di Masjid Agung At-Tin TMII. Pasalnya, masjid merupakan bangunan yang menjadi tempat umat Islam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Tempat ibadah seperti masjid sudah sepatutnya menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat.
“Masjid untuk ibadah. Bukannya sebagai tempat reuni 212 yang nantinya akan membuat citra masjid buruk. Reuni 212 yang diadakan di Masjid At-Tin TMII akan membuat tempat suci tersebut tercoreng. Karena bukan hanya reuni tapi dijadikan ajang berkumpul untuk memprovokasi.” tegas Koordinator GAMIS-INDONESIA, hari ini.
Talenta Cilik Maulida Kesuma Tampil di Film Ageman, Angkat Kisah Anak di Tengah Konflik Agama
GAMIS-INDONESIA menegaskan bahwa konteks Reuni 212 dikhawatirkan akan merperalat agama dan mengeksploitasi agama dalam pengertian sisi luarnya. Yakni sebagai faktor pembenar atau kepentingan politik kedepan.
“Seluruh umat muslim di Indonesia sudah seyogyanya mengembalikan fungsi masjid untuk kepentingan ibadah dan dakwah, serta membangun semangat toleransi dikalangan masyarakat. Sudah saatnya umat Islam berhenti membahas politik praktis di masjid, yang nyatanya hal tersebut lebih membawa kemudharatan daripada kemaslahatannya.” tegasnya lagi.
Dalam hal ini, GAMIS-INDONESIA sangat menyayangkan apabila ada pihak yang menggunakan Masjid tidak sebagaimana mestinya.
Mereka juga menyerukan beberapa tuntutan diantaranya adalah :
Pertama, menolak keras kegiatan reuni 212 yang diadakan di lingkungan masjid karena tabiatnya Masjid AGUNG ATTIN TMII menjadi tempat ibadah bukan tempat untuk kegiatan yang sangat banyak mudharatnya.
Kedua, mendesak kepada PJ Gubernur DKI Jakarta Bapak Heru Budi untuk tidak memberikan ijin kepada pihak yang mempergunakan Masjid AGUNG ATTIN TMII sebagai tempat kegiatan reuni 212.
Terakhir, menghimbau kepada seluruh masyarakat luas untuk tidak terprovokasi untuk mengikuti Reuni 212 yang diduga tidak bermanfaat/ mudharat.














