Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

IPW Apresiasi Polri yang Bisa Meraih Kembali Kepercayaan Masyarakat

×

IPW Apresiasi Polri yang Bisa Meraih Kembali Kepercayaan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ketua-IPW-Sugeng Teguh Santoso
Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW).

Koma.id – Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Polri yang berhasil mendapatkan kembali kepercayaan publik. Diketahui, tingkat kepercayaan publik ke Polri meningkat dan berada di angka 70,8 persen versi survei Indikator Politik Indonesia.

“IPW sebagai lembaga pemantau kinerja kepolisian yang bertujuan agar terwujud institusi Polri yang dipercaya publik karena kinerja yang baik, tentu mengapresiasi terjadinya kenaikan tingkat kepercayaan publik pada Polri,” ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso kepada wartawan, Senin (27/3/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Sugeng mengatakan peningkatan seperti ini harus terus ditambah dan Polri harus terus memperbaiki kinerja.

“Peningkatan ini harus digenjot terus dengan memperbaiki kinerja karena bila dibandingkan dengan penegak hukum lain Polri masih tertinggal,” tegasnya.

Sugeng juga memberikan masukan kepada Polri, dia memberi catatan khususnya pada satuan kerja reserse. Dia berharap Polri selalu berlaku adil dalam mengusut kasus.

“Setiap tahun angka aduan masyarakat pada Kompolnas dan IPW yang tertinggi adalah keluhan pada kinerja reserse dalam penegakan hukum. Pada bagian ini masyarakat sering mengeluh karena sering oknum polri menjari backing pengusaha, dan menggunakan kewenangan kepolisian dengan menangkap dan memproses mereka yang melawan pengusaha-pengusaha tambang, perkebunan, dalam mempertahankan hak ulayat dan tanah mereka,” bebernya.

“Seperti petani-petani, masyarakat adat di Kaltim dan Maluku belum lagi sikap oknum yang menyalahgunakan kewenangan, berpihak, memainkan perkara,” imbuhnya.

Sugeng meminta Polri segera mengatasi apa yang menjadi keluhan publik. Dia meminta penjagaan keamanan lingkungan lebih ditekankan. Sugeng juga menyinggung soal gaya hidup mewah. Dia menyarankan agar para anggota Polri hidup dengan selayaknya tanpa memamerkan harta.

“Selain itu fenomena hidup memamerkan harta kekayaan, hidup hedon oleh polri atau anggotanya harus diberantas. Fenomena ini ternyata hampir merata diantara ASN jadi bukan Polri saja,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.