Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Indonesia Harus Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau Panjang

×

Indonesia Harus Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau Panjang

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesa. [Foto : Mongabay]

KOMA.ID, JAKARTA – Ancaman kemarau panjang yang diperkirakan berdampak pada ketersediaan air bersih, sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menjadi perhatian serius berbagai pihak. Pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan terus memperkuat langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan.

Ketua Bidang Lingkungan dan Kebencanaan Barisan Insan Muda, Permana Irmansyah, menilai kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat serta organisasi kepemudaan menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan daerah.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat lokal melalui konservasi sumber air, pengelolaan lahan berkelanjutan, hingga peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” ujar Permana, Selasa (4/8/2026).

Pemerintah saat ini telah menjalankan sejumlah program, di antaranya pembangunan embung dan sumur resapan, konservasi daerah aliran sungai, patroli terpadu pencegahan karhutla, pemanfaatan teknologi pendeteksi titik panas, serta bantuan bagi petani berupa bibit tahan kekeringan dan irigasi darurat.

Barisan Insan Muda turut mendorong kampanye hemat air, pelatihan relawan tanggap darurat, penanaman pohon di kawasan hulu, hingga advokasi kebijakan pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan.

Berdasarkan perkiraan BMKG dan BNPB, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Kalimantan berpotensi mengalami defisit curah hujan. Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana.

Permana optimistis bahwa sinergi berbagai pihak mampu memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi kemarau panjang.

“Langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi,” tutupnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.