Koma.id, Jakarta – Harga minyak turun pada perdagangan Jumat, 28 Maret 2025 seiring kekhawatiran perang tarif dagang Amerika Serikat (AS) dapat memicu resesi global.
Namun, harga minyak mencatat kenaikan mingguan dalam tiga minggu berturut-turut. Hal ini terjadi setelah AS meningkatkan tekanan pada anggota OPEC Venezuela dan Iran.
Presiden AS Donald Trump berencana mengumumkan tarif timbal balik yang menargetkan berbagai impor efektif pada 2 April 2025.
Juara 1 Satkamling, RT 11 Gandaria Utara Kini Perkuat Pendidikan Lewat Kampung Inggris Gratis
Perang dagang membuat investor khawatir tentang potensi resesi, demikian disampaikan Analis JPMorgan.
Harga minyak juga dipengaruhi oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak tarif sektor otomotif dan diperkirakan kebijakan itu akan menaikkan harga mobil, yang berpotensi memengaruhi permintaan minyak, tetapi juga memperlambat peralihan ke mobil yang lebih ramah lingkungan.








