Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Gubernur Banten Andra Soni Datangi Rumah Arie Basuki, Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

×

Gubernur Banten Andra Soni Datangi Rumah Arie Basuki, Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Sebarkan artikel ini
Img 20260925 Wa00221
Gubernur Banten Andra Soni menyambangi rumah pewarta foto Merdeka.com Arie Basuki. Andra Soni melihat piala Agrarian Reform Media Awards (ARMA) 2026 yang baru diterima keluarga Arie pada Kamis (24/9/2026). (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id – Gubernur Banten Andra Soni mendatangi kediaman jurnalis foto Merdeka.com, Arie Basuki, yang masih dinyatakan hilang setelah kapal cepat KM Arupadhatu I kehilangan kontak di perairan Selat Sunda.

Dalam kunjungannya, Jumat (25/9/2026) Andra Soni bertemu dengan keluarga Arie dan sempat melihat sejumlah piala penghargaan yang diraih Arie selama berkarier sebagai fotografer jurnalistik.

Silakan gulirkan ke bawah

Salah satu penghargaan yang menarik perhatian Andra merupakan piala Agrarian Reform Media Awards (ARMA) 2026. Penghargaan tersebut baru diterima keluarga Arie pada Kamis (24/9/2026).

Arie meraih penghargaan ARMA 2026 melalui karya foto berjudul “Selamatkan Hutan Adat Papua” pada kategori Jurnalistik Foto untuk kategori Peristiwa.

Karena Arie masih dalam pencarian, penghargaan tersebut diwakili oleh istrinya, Sri Damayanti yang akrab disapa Yanti.

Penghargaan itu diberikan dalam Malam Anugerah ARMA 2026 yang digelar di GOR IPSI, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis malam. Ajang tersebut diinisiasi Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia untuk mengapresiasi karya jurnalistik yang mengangkat isu konflik agraria dan reforma agraria.

Saat berada di rumah Arie, Andra juga melihat penghargaan-penghargaan lain yang pernah diraih fotografer yang akrab disapa Arbas tersebut.

Sebelumnya, Yanti sempat menunjukkan sejumlah penghargaan Arie yang tersimpan di rumah. Di antaranya penghargaan dari KapanLagi Youniverse dan World Press Photo.

Arie juga pernah meraih penghargaan melalui karya “Pollution in the Cileungsi River”. Karya tersebut bahkan sempat dipamerkan di Belanda selama satu bulan.

Selain itu, Arie mendapatkan Anugerah Adinegoro untuk kategori foto jurnalistik melalui karya tentang perlawanan emak-emak saat demonstrasi pada 2025. Ia juga meraih penghargaan melalui karya yang mengangkat kehidupan masyarakat di sebuah desa yang terendam air laut.

Meja kerja Arie yang berada di ruang tengah rumah juga menjadi bagian dari kesehariannya sebagai fotografer. Meja tersebut biasa digunakan Arie untuk memilah hasil foto sebelum diolah menjadi karya jurnalistik.

Arie merupakan satu dari lima jurnalis yang hilang dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Rombongan berangkat menggunakan KM Arupadhatu I dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB. Selain Arie, terdapat empat jurnalis lainnya, yakni M Bagus Khoirunas dari ANTARA, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal selaku jurnalis lepas.

Mereka juga bersama tiga kru kapal, yakni Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu. Total delapan orang dilaporkan hilang kontak.

Dalam perkembangannya, satu jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, kemudian teridentifikasi sebagai Surakman berdasarkan hasil pencocokan DNA.

Dengan demikian, Arie bersama empat jurnalis lainnya serta dua kru kapal masih belum ditemukan.

Tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan pencarian selama 10 hari. Namun, operasi SAR resmi dihentikan pada 17 September 2026 setelah tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan para korban.

Meski operasi pencarian aktif dihentikan, Andra Soni memastikan Pemprov Banten tetap mendampingi keluarga para korban dan menjaga komunikasi terkait setiap informasi mengenai keberadaan mereka.

Andra sebelumnya mengatakan dukungan kepada keluarga akan terus diberikan karena keluarga masih membutuhkan kepastian informasi mengenai anggota keluarganya yang hilang.

“Kita semua masih memelihara harapan bahwa kawan-kawan dan saudara-saudara kita ini masih bisa ditemukan,” kata Andra.

Sementara itu, Yanti masih berharap pencarian terhadap Arie dan korban lainnya dapat kembali dilakukan.

“Kami berharap pencarian itu dapat dilanjutkan supaya kami dari keluarga mendapat kepastian,” ujar Yanti.

Kunjungan Andra Soni ke rumah Arie menjadi bentuk pendampingan langsung Pemprov Banten kepada keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar mengenai keberadaan jurnalis foto tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.