Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Gegara Singgung Seskab Teddy, PAN Semprot Amien Rais Kritik Boleh Fitnah Jangan

×

Gegara Singgung Seskab Teddy, PAN Semprot Amien Rais Kritik Boleh Fitnah Jangan

Sebarkan artikel ini
Prabowo Amien Teddy

Koma.id Polemik pernyataan tokoh politik Amien Rais terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menuai respons dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan kritik yang sehat dalam demokrasi. Ia menegaskan PAN menolak praktik politik berbasis hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian karena berpotensi merusak kualitas demokrasi serta memicu fragmentasi sosial.

Silakan gulirkan ke bawah

“Di era post-truth ini, PAN menolak politik fitnah, hoaks, dan ujaran kebencian karena hal itu akan dapat merusak demokrasi, penyebab fragmentasi sosial, dan menghilangkan nilai kebersamaan sebagai bangsa,” kata Viva Yoga kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

Viva menyebut kritik yang dilontarkan Amien Rais lebih mengarah pada serangan personal atau ad hominem dibandingkan pembahasan substansi kebijakan publik. Menurutnya, dalam kerangka komunikasi politik deliberatif, kritik seharusnya didasarkan pada data, argumen logis, dan analisis kebijakan.

“Dalam teori komunikasi politik deliberatif bahwa kritik yang sehat harus berbasis argumen, data, dan kebijakan publik. Kebebasan berpendapat bukanlah kebebasan tanpa batas. Menurut John Stuart Mill, ada prinsip ‘harm principle’ yang mesti diperhatikan bahwa kebebasan dibatasi ketika merugikan orang lain,” tuturnya.

Meski demikian, PAN menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari mekanisme check and balances. Viva menilai kritik diperlukan untuk menjaga kualitas demokrasi, namun harus disampaikan secara ilmiah dan berbasis fakta, bukan bersumber dari spekulasi atau informasi yang tidak terverifikasi.

“Tetapi mengkritik kebijakan itu sebaiknya berbasis data yang jelas, argumentasi logis dan ilmiah, bukan bersumber dari gosip, hoaks, atau dipungut dari sampah. Hal itu akan menyebabkan polusi udara demokrasi Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, bermula dari video Amien yang menyoroti kedekatan Presiden Prabowo dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, bahkan menduga Teddy adalah gay sehingga memantik kegaduhan publik. Amien berpendapat isu tersebut dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, untuk itu ia meminta Prabowo untuk mencopot Teddy.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.