Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

FPPI: Damai Bukan Berarti Diam, Kritik Adalah Bagian dari Demokrasi yang Sehat

×

FPPI: Damai Bukan Berarti Diam, Kritik Adalah Bagian dari Demokrasi yang Sehat

Sebarkan artikel ini
FPPI: Pembaruan RUU KUHAP Harus Hadirkan Hukum yang Substansial dan Berkeadilan

Koma.id, Jakarta – Ketua Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), Sari Wijaya, menegaskan bahwa menjaga perdamaian tidak boleh dimaknai sebagai sikap diam atau pasrah. Menurutnya, perdamaian justru harus hadir melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam menyuarakan pendapat, memberikan kritik, dan mengawal demokrasi agar peristiwa kelam seperti “September Hitam” tidak kembali terulang.

“Damai itu bukan berarti diam. Kritik, aksi, dan keberanian bersuara adalah bagian dari partisipasi rakyat untuk memperbaiki demokrasi. Justru represi terhadap kritik itulah yang berpotensi memicu huru-hara,” ujarnya.

Silakan gulirkan ke bawah

Sari menilai, demokrasi yang sehat seharusnya memberi ruang bagi masyarakat untuk berekspresi secara bebas, baik melalui diskusi, aksi damai, maupun gerakan sosial. Hal ini juga sejalan dengan hak-hak konstitusional rakyat yang dijamin undang-undang.

“Demonstrasi atau aksi itu bukan bentuk ancaman, melainkan ekspresi rakyat dalam memperjuangkan perubahan sosial. Kita punya hak yang dilindungi undang-undang untuk bebas berpendapat, berserikat, dan berkumpul,” tegasnya.

FPPI menekankan, menjaga situasi tetap damai berarti membangun ruang dialog yang terbuka, bukan menutup kritik. Dengan cara itu, demokrasi tidak hanya berjalan prosedural, tetapi juga substansial memberikan rasa keadilan dan partisipasi nyata bagi seluruh rakyat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.