Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Diserang Beruang Saat Panen Sawit, Pemuda di Kotawaringin Barat Alami Luka Gigitan

×

Diserang Beruang Saat Panen Sawit, Pemuda di Kotawaringin Barat Alami Luka Gigitan

Sebarkan artikel ini
Beruang

Koma.id | Kotawaringin Barat – Aktivitas memanen kelapa sawit yang biasanya dijalani seperti hari-hari biasa berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi Yana (25), warga Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Saat bekerja di kebun pada Minggu (27/09) sekitar pukul 12.30 WIB, Yana tiba-tiba diserang seekor beruang hitam yang muncul dari arah belakang. Tanpa sempat menghindar, korban menjadi sasaran serangan satwa liar tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

Serangan berlangsung begitu cepat. Yana mengalami luka gigitan pada paha kiri, sementara pergelangan tangan kanannya juga terluka akibat upaya mempertahankan diri saat berhadapan dengan beruang.

Peristiwa itu sontak membuat warga sekitar panik. Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban segera mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

Di kawasan perkebunan yang berbatasan dengan habitat satwa liar, pertemuan antara manusia dan hewan penghuni hutan memang bukan hal yang sepenuhnya asing. Namun, serangan yang menyebabkan korban terluka tetap menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang sehari-hari beraktivitas di kebun.

Kapolsek Pangkalan Lada Polres Kotawaringin Barat AKP Suharto Sudarno membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, hingga kini keberadaan beruang yang menyerang korban masih belum diketahui.

“Iya, benar. Belum diketahui secara pasti keberadaan beruang tersebut setelah menyerang korban. Penanganan di sekitar lokasi menjadi perhatian untuk mengantisipasi satwa kembali muncul dan membahayakan warga,” kata Suharto.

Berdasarkan informasi awal, satwa yang menyerang Yana merupakan seekor beruang hitam yang bertindak sendirian. Setelah menyerang korban, hewan tersebut menghilang dan belum ditemukan kembali.

Peristiwa ini menambah kewaspadaan masyarakat setempat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor perkebunan. Warga berharap ada pemantauan lebih lanjut dari pihak terkait agar kemunculan satwa liar di sekitar area kerja dapat diantisipasi sejak dini.

“Petugas terkait diharapkan dapat melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi,” ujar Suharto.

Bagi Yana, siang itu menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan. Saat sebagian orang menjalani rutinitas bekerja di kebun, ia justru harus berjuang menyelamatkan diri dari serangan satwa liar yang datang tiba-tiba dari balik rimbunnya kawasan perkebunan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.