Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalPolitik

Surah Al-Ahzab di Gontor Dikaitkan dengan Prabowo, Stafsus Menag Angkat Bicara

×

Surah Al-Ahzab di Gontor Dikaitkan dengan Prabowo, Stafsus Menag Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar

Koma.id | Jakarta – Sebuah narasi yang ramai beredar di media sosial tentang Pondok Modern Darussalam Gontor yang disebut menegur Presiden Prabowo Subianto lewat pembacaan Surah Al-Ahzab ayat 70-73 menuai bantahan. Bagi sebagian kalangan, lantunan ayat tersebut dianggap sebagai pesan khusus kepada kepala negara. Namun, pandangan itu ditepis oleh Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar.

Menurut Gugun, pembacaan Surah Al-Ahzab dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pada 19 September 2026 merupakan bagian dari rangkaian acara keagamaan yang berisi doa dan nasihat universal bagi para pemimpin, bukan teguran yang ditujukan secara khusus kepada Presiden Prabowo.

Silakan gulirkan ke bawah

“Saya pastikan, Gontor menyambut Presiden Prabowo dengan penuh hormat, penuh adab sebagai kepala negara. Lantunan Al-Ahzab itu adalah doa dan nasihat universal untuk setiap pemimpin agar senantiasa berkata benar, bukan tamparan seperti yang dipelintir penulis liar itu,” kata Gugun dalam keterangannya, Minggu (27/09).

Ia menilai tulisan yang beredar dengan judul “Gontor Menegur Prabowo dengan Al-Qur’an” telah menafsirkan peristiwa tersebut secara keliru dan menyeret nama besar Gontor ke dalam perdebatan politik.

Menurut Gugun, penggunaan ayat Al-Qur’an untuk membangun narasi yang bersifat politis justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Ini adalah hoaks murahan dan fitnah yang dibungkus agama. Jangan bawa-bawa nama besar Gontor untuk framing politik jahat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gugun menegaskan bahwa nilai qaulan sadida atau berkata benar yang terkandung dalam Surah Al-Ahzab tidak seharusnya dipersempit menjadi alat untuk menyerang pihak tertentu. Ia menilai pesan tersebut merupakan ajaran universal yang berlaku bagi seluruh pemimpin dan masyarakat.

Dalam keterangannya, Gugun juga menyinggung sejumlah program dan kebijakan pemerintah yang menurutnya menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam menjalankan amanah pemerintahan. Mulai dari langkah penegakan hukum, pemberantasan praktik korupsi, pengelolaan aset negara, hingga program pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan upaya pengambilalihan kembali kawasan hutan negara yang dikuasai secara ilegal, penanganan mafia migas, pengusutan dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta program pembangunan sekolah dan madrasah sebagai bentuk implementasi komitmen pemerintah.

Selain itu, Gugun juga menyoroti rencana pembentukan Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU) yang tengah disiapkan Kementerian Agama. Menurutnya, lembaga tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi dana umat seperti wakaf, infak, dan sedekah untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, Gugun mengajak masyarakat lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai narasi yang beredar, terutama yang mengaitkan dalil agama dengan kepentingan politik praktis.

“Kalau mau kritik, kritik dengan data, dengan prestasi. Rakyat sudah cerdas. Jangan jual ayat untuk kebencian,” katanya.

Perdebatan mengenai makna pembacaan Surah Al-Ahzab di acara peringatan seabad Gontor itu pun menunjukkan bagaimana sebuah pesan keagamaan dapat ditafsirkan berbeda oleh berbagai pihak. Namun bagi Gugun, esensi dari ayat tersebut tetaplah sebuah nasihat moral yang ditujukan bagi siapa saja yang memegang amanah dan tanggung jawab kepemimpinan.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.