Kali ini, Wakil Ketua Umum DPN PERADI SAI Harry Ponto mendapatkan amanat sebagai Ketua Umum menggantikan Juniver Girsang. Bahkan, keterpilihan Harry berlangsung secara aklamasi.
Dalam sambutannya, Harry Ponto menyampaikan siap menjalankan amanat barunya itu dengan penuh tanggung jawab. Bahkan ia pun ingin fokus melakukan kaderisasi dan pembenahan sistem agar PERADI SAI lebih baik lagi ke depannya.
“Ini adalah amanah, bukan pilihan, tetapi kewajiban. Saya hanya ingin satu periode untuk membangun sistem yang baik dan mempersiapkan regenerasi,” kata Harry Ponto di The Anvaya Beach Resort Bali, Kuta pada hari ini.
Kemudian, Harry pun menguraikan sejumlah program prioritas untuk periode kepemimpinannya. Pertama, ia akan fokus pada peningkatan kualitas Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan ujian profesi advokat.
Praktisi Hukum Ingatkan Bank Mandiri Jangan Asal Blokir Rekening, Harus Lindungi Hak Nasabah
“Kami akan memperbaiki kualitas PKPA dan ujian agar lebih relevan, terutama terkait kode etik, sehingga advokat muda memiliki keterampilan yang layak untuk praktik,” ujarnya.
Kedua, Harry menekankan pentingnya penguatan Dewan Kehormatan yang berwibawa untuk menjaga integritas profesi.
“Kode etik akan menjadi ukuran utama, terutama jika RUU KUHP disahkan, karena advokat memiliki imunitas yang harus dijalankan dengan itikad baik,” jelasnya.
Ia berharap tidak ada lagi advokat yang bertindak tidak sesuai etika, demi menjaga martabat profesi mereka. Dan yang ketiga, Harry mendorong digitalisasi untuk mempermudah akses anggota. Ia berencana mengembangkan website Peradi SAI yang lebih user-friendly dan memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).
“Kita harus mempermudah akses informasi bagi advokat, termasuk melalui teknologi modern,” ungkapnya.
Selain itu, Harry juga menyinggung isu penyatuan organisasi advokat. Ia mendukung model federasi, di mana organisasi advokat tetap beragam namun bersatu di bawah satu payung yang mengatur rekrutmen dan penindakan.
“Semua organisasi bisa tetap ada, tetapi diatur secara terpusat untuk pembinaan dan penegakan etika,” turut Harry.
Harry Ponto menegaskan bahwa ia hanya akan menjabat satu periode untuk membangun sistem yang kuat dan mempersiapkan pemimpin baru. Untuk mencapai tujuan itu, Harry mengajak kepada seluruh anggota untuk bekerja sama menyusun visi dan program konkret dalam rangka untuk memajukan Peradi SAI.
“Di negara maju, masa jabatan ketua organisasi profesi rata-rata dua hingga tiga tahun. Saya ingin lima tahun ini digunakan untuk membangun sistem, bukan ketergantungan pada individu,” tegasnya.













