Koma.id – Pengamat dari Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno mengungkapkan kritik dalam bentuk puisi yang disampaikan Butet Kartaredjasa ditujukan kepada dua capres yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Adi menilai, gelaran puncak bulan Bung Karno merupakan helatan luar biasa di mana pesan-pesannya adalah politik itu harus gotong royong dan tidak boleh saling gebuk-gebukan apalagi gontok-gontokan.
“Tiba-tiba Butet muncul yang digebuk ini cuma Pak Prabowo dan Pak Anies. Ya jelas kok itu, apalagi? Bagi kita yang hadir di GBK kemarin itu gak mungkin lahir dalam ruang hampa,” kata Adi dikutip Koma.id dari kanal YouTube TvOneNews, Rabu (28/6/2023).
Adi menegaskan bahwa tafsir-tafsir yang dimaksud dalam puisi tersebut sebagai perumpamaan dari dua kandidat capres tersebut.
“Lah itu jelas yang ingin dikritik, capres kok. Satu sisi yang ingin dikritik adalah Anies yang disebut sebagai capres pandir kan. Kan gak mungkin itu ngomongin majelis taklim,” kata Adi.
“Misalnya, presiden kok hobinya menculik? Apalagi yang mau diomongkan? Ini terkait dengan 2024. Maksud saya adalah Butet ini mengkritik dua capre saja tapi tidak yang satu,” katanya lagi.
Adi melihat, hal ini menjadi ramai karena Butet hanya mengkritik dua calon presiden tanpa menyinggung sosok Ganjar Pranowo yang juga sebagai capres.
“Nah ini yang kemudian membuat kenapa ini ramai, kalau semuanya dikritik gak jadi soal karena semua orang itu pasti punya masa lalu, track record dan punya rekam jejak yang saya kita ada white dan black-nya,” tukas Adi.














