Koma.id– Seruan demonstrasi bertajuk Aksi 30 September yang digaungkan akun TikTok @muryi6 milik kelompok Musyawarah Rakyat Indonesia (MURYI) dengan narasi “Nepalkan DPR” menuai kritik dan ditolak publik. Aksi tersebut direncanakan bakal berlangsung di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Selasa (30/9/2025).
Menanggapi itu, Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat menegaskan sebanyak 21 konfederasi buruh tidak akan ikut serta dalam aksi tersebut. KSPSI bersama 20 konfederasi lainnya disebut telah membuka jalur dialog dengan DPR dan pemerintah terkait pembahasan Undang-Undang Cipta Kerja.
Sementara itu, Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan seruan demonstrasi 30 September 2025 yang akan difokuskan di DPR RI. Menurutnya, demonstrasi yang brutal tidak akan menghasilkan kebaikan apa pun. Justru malah mendiskreditkan gerakan unjuk rasa yang seharusnya bermartabat.








