Koma.id – Wilayah RW 22, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, kembali terendam banjir rob, Selasa (19/11). Memasuki hari kelima banjir rob, genangan air terlihat semakin meluas.
Ketinggian air mulai meningkat sekitar pukul 11.00 WIB, dengan tinggi sekitar 10 sentimeter atau setinggi mata kaki orang dewasa. Namun, menjelang pukul 12.44 WIB, ketinggian air mencapai 30-50 sentimeter, setara dengan betis hingga paha orang dewasa.
Polda Metro Jaya Sebut Perusakan Fasilitas Umum Demo 27 Agustus Dilakukan Kelompok Perusuh
“Hari ini, sekitar pukul 10.00 WIB air baru naik. Kalau kemarin-kemarin itu, jam 08.00 WIB air sudah mulai naik,” ujar Bu Jenni (40), salah seorang warga RW 22, saat ditemui pada Selasa (19/11).
Air banjir rob di wilayah tersebut tampak berwarna coklat kehijauan, bercampur dengan air hitam dari selokan, serta mengeluarkan bau amis dan tidak sedap. Sampah plastik juga terlihat mengambang di genangan, memperparah kondisi lingkungan.
Meski demikian, warga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Beberapa warga nekat menerobos banjir menggunakan kendaraan seperti motor dan mobil, meski menyadari risiko kerusakan pada kendaraan mereka.
Warga yang ingin menghindari basah memilih menggunakan odong-odong motor sebagai alat transportasi. Banjir rob yang terjadi secara berulang ini terus mengganggu kehidupan sehari-hari warga Muara Angke.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi mengatakan banjir yang melanda kawasan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara akibat gelombang pasang air laut atau rob. Hal itu diperparah adanya pembangunan pantai yang belum selesai.
Pj Teguh mengatakan, Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk mempercepat pembangunan tanggul pantai yang saat ini masih dalam pengerjaan 4 kilometer lagi. “Infonya karena ada tanggul pantai sekitar itu belum tuntas dan kira-kira solusinya apa,” kata Pj Teguh saat meninjau banjir rob yang melanda kawasan Muara Angke, Jakut, Senin (18/11).
Pj Teguh mengatakan, ia telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali untuk mencari solusi mengatasi banjir rob itu. “Termasuk mungkin nanti pak sekda mengambil solusi-solusi yang memungkinkan diambil oleh pemprov terkait banjir rob yang ada di muara angke,” tuturnya.
Ia juga memerintahkan, kepada para jajaran agar memperhatikan aliran air saat tergenang dapat surut dalam waktu singkat, serta percepatan pembangunan tanggul pada 2025 untuk mengatasi banjir rob.
“Kami juga terus berkoordinasi dalam menangani permasalahan ini bersama-sama. Baik itu lintas OPD, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Dinas Sosial, BPBD, dan Wali Kota Jakarta Utara,” tuturnya.
Dalam beberapa hari terakhir, kawasan pesisir Jakarta Utara seperti Muara Angke dan Muara Baru terkena banjir rob. Banjir rob terjadi akibat pasang air laut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat genangan air berada di lima RT dan tiga ruas jalan.












