Koma.id – Pengamat politik dari Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan mencuatnya istilah NasDem kadrun alias NasDrun adalah salah satu efek dari Pemilu 2019.
“Saya kira ini bagian dari residu demokrasi Pilpres 2019 yang belum seutuhnya selesai,” kata Adi dikutip Koma.id dari YouTube CNN Indonesia, Selasa (11/10/2022).
Qodari: Tuntutan Hentikan MBG Salah Besar
Adi menilai bahwa masyarakat saat ini masih dan seakan-akan berpikir tentang cebong dan kampret yang terafiliasi dengan kepentingan politik tertentu.
“Tapi memang medsos kita itu berisik dalam arti sangat mudah memberikan asosiasi politik kepada pihak politik tertentu yang dianggap berbeda dan bersebrangan,” kata Adi.
“Tidak mengherankan NasDem yang saat ini berada di koalisi pemerintah. Kalau mau jujur di mestinya disebut kampret,” tambah dia.
Adi menegaskan, ketika NasDem mengusung Anies Baswedan, efek dari Anies kata dia, dianggap dari kelompok oposisi yang selama ini head to head dengan pemerintah.
“Tidak mengherankan kalau ada tagar yang menyebutkan istilah NasDrun bagi NasDem. Saya kira itu adalah kalimat yang cukup satire yang pastinya dikalkulasi betul oleh NasDem,” ujarnya.













