Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Dandim, Danrem hingga Pangdam di Berbagai Daerah Kecam Keras Pernyataan Effendi Simbolon ‘TNI seperti Gerombolan’

×

Dandim, Danrem hingga Pangdam di Berbagai Daerah Kecam Keras Pernyataan Effendi Simbolon ‘TNI seperti Gerombolan’

Sebarkan artikel ini
Dandim, Danrem hingga Pangdam di Berbagai Daerah Kecam Keras Pernyataan Effendi Simbolon ‘TNI seperti Gerombolan’

Koma.id Pernyataan Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon yang menyebut ‘TNI seperti Gerombolan’ turut menuia kecaman dari Instansi TNI itu sendiri.

Pernyataan itu mendapat kecaman dari komandan Kodim (Dandim), Danrem hingga Pangdam di berbagai daerah.

Silakan gulirkan ke bawah

“Saya selaku Dandim 0402/OKI sangat mengecam apabila ada oknum-oknum yang mengatakan TNI itu adalah gerombolan ormas ataupun terpecah belah,” ujar Dandim 0402/Ogan Kemering Ilir Letkol Hendra Sahputra, dikutip Rabu (14/9/2022).

“Saya justru mengatakan bahwa saat ini TNI sangat solid, profesional dan tidak ada namanya TNI adalah grombolan ormas,” sambungnya.

Dia menegaskan, bahwa perkataan itu semuanya tidak benar dan hanya ingin memecah belah solidaritas TNI. Karena menurutnya oknum anggota dewan tersebut mempunyai kepentingan lain.

“Siapapun orangnya jika berani bilang TNI itu gerombolan, maka berurusan sama saya. Saya siap dicopot dari jabatan hari ini juga demi keutuhan dan marwah TNI,” pungkasnya.

Sementera itu kecaman juga datang dari Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Inf Faisal Rizal. Menurutnya, pernyataan tersebut dinilai akan melukai citra dan marwah TNI sebagai alat pertahanan negara.

“Kami menolak pernyataan saudara Effendi Simbolon. Kami menolak pernyataan yang mendiskreditkan TNI sebagai organisasi gerombolan maupun mengadu domba antara pimpinan TNI,” tuturnya, Selasa (12/9/2022).

“Bagaimana Komisi I mendukung anggaran yang diperlukan dalam rangka memperkuat TNI sebagai alat pertahanan negara dan memperjuangkan kesejahteraan prajurit. Bukan malah mengadu domba antara pimpinan TNI,” ujarnya.

Ditegaskan dia, tidak ada perpecahan dalam tubuh instansi TNI. Pihaknya tetap dalam satu rantai komando dengan pimpinan TNI.

“Bahwa TNI yang berada di Kota Balikpapan sebagai penyangga IKN dan gerbang negara, tetap solid dan tegak lurus melaksanakan komando dari pimpinan kami,” ucapnya.

Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Inf Purnomosidi mengaku tersinggung dengan penyataan Effendi Simbolon.

“Saya selaku pribadi anggota TNI dan Komandan Korem tersinggung dengan pernyataan tersebut. Ini kan yang diserang adalah institusi,” jelasnya, Selasa (13/9/2022).

Purnomosidi mengatakan bahwa TNI adalah tentara nasional yang memiliki loyalitas.

“Kita tegak lurus pada Presiden selaku panglima tertinggi, Panglima TNI, Kasad, Pangdam bahkan sampai Koramil dan Babinsa,” tegasnya.

Menurutnya, TNI adalah tentara nasional, tentara pejuang, dan tentara rakyat.

“Kita ini adalah tentara profesional yang dilatih dan dilengkapi, kesejahteraan kita diperhatikan. Sebagai tentara, kami tunduk pada hukum nasional dan internasional,” kata Purnomosidi.

“Sehingga sangat naif sekali kalau ada anggota DPR yang mengatakan TNI seperti gerombolan, apalagi itu disampaikan anggota DPR yang mewakili rakyat di dalam lembaga terhormat. Sangat tidak pantas,” paparnya.

Purnomosidi mengatakan masyarakat bisa menilai sendiri kapasitas dari subtansi pernyataan tersebut.

“Soal klarifikasi, silakan menilai sendiri. Kemarin ada aksi bela TNI, ini bukti masyarakat tidak terima dengan statement tersebut,” ungkapnya.

Dia menyatakan, TNI tetap patuh dengan perintah atasan.

“Kapasitas saya adalah Komandan Korem, jadi harus siap melaksanakan perintah, termasuk dalam menyikapi persoalan ini,” jelas Purnomosidi.

Pangdam kecam Effendi

Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Majen Muhammad Saleh Mustafa menyayangkan pernyataan anggota Komisi I Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan.

Panglima perang TNI AD untuk wilayah Papua ini menegaskan bahwa tak ada sifat gerombolan dari TNI karena institusi militer seperti TNI merupakan organisasi yang menjiwai dan dijiwai rakyat.

“Terkait adanya komentar bahwa prajurit TNI adalah gerombolan ormas, bahwasannya prajurit Kodam XVII/Cenderawasih sejatinya punya satu komando, yaitu azas komando dalam operasi penggunaan kekuatan kita loyal pada Bapak Panglima TNI,” tegas Mustafa dalam keterangan tertulis Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Senin (12/9/2022).

Jenderal bintang dua itu juga menyampaikan bahwa dalam hal pembinaan, prajurit loyal kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.

Ia menegaskan moril dan soliditas prajurit saat ini kuat dan tetap terjaga.

“Kita punya kekuatan yang kuat, apalagi prajurit Kodam XVII/Cenderawasih ini dalam tugas sehari-hari melaksanakan kedua tugas ini, yaitu penggunaan kekuatan dan pembinaan kekuatan,” kata Mustafa.

Mustafa menambahkan, TNI merupakan alat dan pemersatu bangsa. Ia meminta semua pihak mengingat hal itu.

“TNI sebagai alat pertahanan negara dan alat pemersatu bangsa, itulah kelebihan TNI khususnya TNI AD,” pungkasnya.

Pernyataan Effendi yang menyebut TNI seperti gerombolan ia sampaikan dalam rapat bersama di Komisi I DPR RI yang dihadiri Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Wamenhan Muhammad Herindra, dan kepala staf angkatan kecuali Dudung.

Awalnya, Effendi geram karena menemukan banyak ketidakharmonisan dan ketidakpatuhan yang terjadi di tubuh TNI.

Selanjutnya, Effendi menyoroti pihak yang tidak datang rapat. Padahal, Andika, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo memenuhi panggilan Komisi I.

Effendi pun mempertanyakan apa yang sedang terjadi di tubuh TNI.

“Semua ini kita hadir di sini untuk mendapatkan penjelasan dari Panglima TNI, dari KSAD, bukan dari Wakasad. Dan dari Menhan, dalam kaitannya ada apa yang terjadi di tubuh TNI ini?” ujar Effendi di ruang rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022).

Effendi mengatakan, selepas rapat pembahasan anggaran, perlu dilakukan rapat khusus yang menghadirkan semua petinggi TNI, termasuk Dudung.

“Kami banyak sekali temuan-temuan ini, disharmoni, ketidakpatuhan, ini TNI kayak gerombolan ini, lebih-lebih ormas jadinya, tidak ada kepatuhan,” ujar dia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.