Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Massa PA212 Ngambek Gagal Ketemu Kedubes India

Views
×

Massa PA212 Ngambek Gagal Ketemu Kedubes India

Sebarkan artikel ini
aksi di kedubes India
Aksi unjuk rasa oleh elemen 212 di depan Kedubes India. Perwakilan delegasi sedang memohon kepada Kepolisian agar mau melakukan lobi kepada Kedubes India agar mau menerima mereka.

KOMA.IDSekitar 300 orang massa dari Aksi 1706 berbondong-bondong memadati depan GAMA Tower yang menjadi salah satu tempat Kedutaan Besar India untuk Indonesia berada. Mereka menyampaikan rasa protesnya atas kasus pengghinaan nabi Muhammad SAW dan Aisyah oleh pejabat Partai Bharatiya Janata (BJP).

Koordiantor aksi 1706, Ustadz Very Koestanto merasa kecewa dengan sikap Kedubes India yang enggan menemui mereka. Bahkan ia menyebut bahwa Dubes India dan diplomat mereka pengecut.

Silakan gulirkan ke bawah

“Tadi kami diterima manajemen gedung, tapi sudah kami sampaikan. Sayangnya Kedubes India pengecut karena tak mau temui kita. Tapi tadi sudah dipastikan tuntutan kita sudah sampai di sana,” kata Very di atas mobil komando usai gagal beraudiensi dengan Dubes India di Jakarta Selatan, Jumat (17/6).

Dalam kesempatan itu, ia juga membacakan tuntutan utama dari aksi yang dihadiri oleh PA 212, FPI, BANG JAPAR, PEJABAT dan Brigade Jawara 411 tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pejabat partai tersebut merupakan wujud dari islamofobia.

“Mengutuk dan mengecam keras sikap Islamofobia yang ditunjukan oleh rezim berkuasa di India, serta menuntut rezim berkuasa di India untuk menghentikan tindakan diskriminatif terhadap muslim India dan menegakan hukum terhadap pelaku penghinaan kepada Rasulullah SAW,” ucapnya.

Kemudian, ia pun menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar konsisten dengan resolusi Islamofobia.

“Menuntut PBB untuk konsisten sesuai resolusi anti Islamofobia dengan bersikap tegas terhadap rezim berkuasa di India yang terus menerus melakukan pelanggaran HAM dan diskriminatif terhadap muslim India, serta tidak berhenti menunjukkan sikap kebencian yang tidak bisa dibenarkan terhadap Islam,” ujar Very.

Selain itu, Very juga meminta agar pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) internasional bersikap tegas dengan mengusut dan mengadili rezim Perdana Menteri India Narendra Damodardas Modi atas kasus kejahatan kemanusiaan di negara hindustan itu.

“Menuntut Mahkamah Pidana Internasional untuk secara serius sesuai standar hukum internasional, mengusut untuk kemudian mengadili rezim Narendra Modi atas genosida dan kejahatan kemanusian yang dilakukan oleh aktor negara India terhadap kaum muslimin India,” tuntutnya.

Pernyataan sikap selanjutnya adalah desaka kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas kepada Kedutaan Besar India sebagai bentuk peringatan besar hubungan bilateral kedua negara sahabat.

“Menuntut pemerintah Indonesia untuk bersikap lebih tegas lagi atas sikap abai rezim berkuasa di India terhadap protes pihak Indonesia dengan mengusir duta besar India dan menghentikan hubungan diplomatik serta perdagangan,” tandasnya.

Dan terakhir, pihaknya juga menyerukan kepada seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia untuk berhenti membeli dan menggunakan produk-produk dari India.

“Mengajak umat Islam untuk terus bahu membahu membantu umat Islam India dengan salah satunya melakukan boikot terhadap produk-produk dari India,” serunya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.