Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Ricuh Aksi Tolak Konser Andrea Bocelli, 34 Orang Luka Termasuk Habib Bahar Smith

×

Ricuh Aksi Tolak Konser Andrea Bocelli, 34 Orang Luka Termasuk Habib Bahar Smith

Sebarkan artikel ini
Aksi Tolak Andrea Bocelli Bahar Smith
Aksi penolakan konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, berujung ricuh, Selasa malam (3/11/2026). (Foto / Istimewa)

Koma.id – Aksi penolakan konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, berujung ricuh pada Selasa malam (3/11/2026). Sebanyak 34 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden yang melibatkan massa aksi dan petugas pengamanan tersebut.

Korban terdiri dari 32 personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri), satu personel TNI, dan satu warga sipil. Salah satu korban warga sipil tersebut adalah Habib Bahar bin Smith yang turut hadir dalam aksi penolakan konser.

Silakan gulirkan ke bawah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya.

Namun, tiga personel masih harus menjalani perawatan inap di sejumlah rumah sakit akibat mengalami luka dan gangguan pernapasan setelah insiden pelemparan.

“Sebanyak 34 orang mengalami luka, terdiri dari 32 personel Polri, satu personel TNI, dan satu warga sipil. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis, sementara tiga personel masih menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit,” demikian keterangan Budi sebagaimana disampaikan Polda Metro Jaya, Rabu (4/11/2026).

Budi menjelaskan, Habib Bahar bin Smith juga mengalami luka akibat terkena lemparan benda dari arah belakang kelompok massa. Menurut keterangan kepolisian, lemparan tersebut diduga berasal dari kelompok massa sendiri dan bukan dari petugas pengamanan.

Habib Bahar kemudian mendapatkan penanganan medis dari petugas Dokkes Polda Metro Jaya.

“Termasuk kehadiran Habib BS juga hadir, yang bersangkutan juga dalam kondisi luka ada bekas lemparan dan itu diakui, diklaim dari kelompok mereka sendiri karena dari belakang melempar tidak sampai kepada petugas yang kena Habib BS,” ujar Budi.

Polda Metro Jaya menyatakan telah memiliki dokumentasi terkait penanganan luka yang dialami Bahar bin Smith tersebut.

Massa Aksi Datang dalam Dua Gelombang

Budi menjelaskan, aksi penolakan konser Andrea Bocelli berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama dimulai sekitar pukul 15.30 hingga 16.00 WIB dengan jumlah massa diperkirakan mencapai 300 orang.

Massa tersebut sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan kepada kepolisian terkait rencana aksi penolakan konser.

“Di sore hari mulai pukul 15.30-16.00 WIB ada aksi penyampaian aspirasi dari elemen masyarakat yang sudah memberikan pemberitahuan sebanyak 300 orang terkait tentang penolakan konser Andrea Bocelli,” kata Budi.

Aksi gelombang pertama berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah massa membubarkan diri, kelompok lain kembali berdatangan menjelang pelaksanaan konser.

Massa susulan tersebut disebut berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, hingga Bogor.

Sementara itu, konser Andrea Bocelli tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.

Untuk mencegah terjadinya bentrokan, kepolisian bersama TNI dan unsur terkait berupaya mempertemukan perwakilan massa dengan pihak penyelenggara konser.

Budi mengatakan, pihaknya telah tiga kali memfasilitasi audiensi antara kelompok yang menolak konser dengan penyelenggara. Namun, seluruh pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

“Sudah diadakan pertemuan tiga kali tetapi ini tidak menemukan titik temu, akhirnya terjadi pelemparan batu kepada petugas pengamanan,” ungkapnya.

Setelah proses dialog tidak mencapai kesepakatan, situasi di lokasi semakin memanas. Sejumlah orang dilaporkan melakukan pelemparan batu dan potongan kayu ke arah petugas yang berjaga.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah personel pengamanan mengalami luka-luka. Petugas kemudian melakukan langkah pengendalian untuk mencegah kericuhan semakin meluas.

Pagar JIExpo Roboh, Polisi dan TNI Bubarkan Massa

Kericuhan juga terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pagar pembatas kawasan JIExpo Kemayoran terlihat roboh. Sejumlah petugas kepolisian tampak berhadapan langsung dengan massa aksi.

Petugas gabungan Polri dan TNI kemudian melakukan pengamanan serta pembubaran massa untuk mengendalikan situasi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, kepolisian mengedepankan pendekatan dialogis dan imbauan persuasif selama mengamankan dua kegiatan masyarakat yang berlangsung bersamaan di kawasan JIExpo.

Menurut Reynold, kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan ketertiban dan keselamatan bersama.

Ia juga menyebut sempat terjadi upaya sejumlah massa memasuki area JIExpo secara paksa setelah rangkaian konser selesai.

Kepolisian bersama penyelenggara kemudian memastikan pengamanan terhadap seluruh pihak hingga situasi kembali terkendali.

Tidak Ada Massa yang Diamankan

Meski terjadi kericuhan dan puluhan orang mengalami luka-luka, Polda Metro Jaya memastikan tidak ada peserta aksi yang diamankan atau ditangkap dalam peristiwa tersebut.

Budi mengatakan, setelah situasi berhasil dikendalikan, seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan tanpa adanya penangkapan.

“Iya, untuk yang diamankan tidak ada. Jadi tidak ada yang diamankan ya,” tegasnya.

Polisi juga memastikan Andrea Bocelli beserta rombongan berhasil dievakuasi dengan aman. Seluruh penonton dan tamu undangan konser juga dapat meninggalkan lokasi setelah acara selesai.

Meski sempat terjadi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan JIExpo, petugas membuka sejumlah akses keluar untuk membantu kelancaran arus kendaraan.

“Intinya setelah selesai artis juga dievakuasi secara aman, para penonton, tamu undangan juga pulang memang sedikit adanya tingkat kemacetan karena beberapa pintu dibuka untuk kelancaran arus lalu lintas,” jelas Budi.

Budi menegaskan, insiden tersebut dapat dikendalikan berkat koordinasi antara Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, dan seluruh unsur terkait.

Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan mengedepankan dialog, tanpa melakukan tindakan kekerasan, pelemparan, maupun perusakan yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.

Kepolisian menyatakan tetap menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tetapi mengingatkan bahwa setiap kegiatan penyampaian aspirasi harus memperhatikan ketentuan hukum dan keamanan bersama.

Dengan demikian, meskipun aksi penolakan sempat berujung kericuhan, penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran tetap berlangsung hingga selesai.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.