Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Polda Metro Jaya Kerahkan 9.505 Personel Amankan 52 Kegiatan Masyarakat

×

Polda Metro Jaya Kerahkan 9.505 Personel Amankan 52 Kegiatan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kabid Humas Polda Metro Budi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. (Foto / Istimewa)

KOMA.ID, JAKARTA – Polda Metro Jaya mengerahkan 9.505 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah untuk mengamankan 52 kegiatan masyarakat di wilayah hukumnya pada Selasa (20/10/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa dari total kegiatan tersebut, sebanyak 26 merupakan penyampaian aspirasi di muka umum, sedangkan 26 lainnya merupakan kegiatan masyarakat.

Silakan gulirkan ke bawah

“Pada hari ini ada 52 kegiatan aktivitas masyarakat di mana terdiri dari 26 penyampaian aspirasi di muka umum dan 26 kegiatan aktivitas masyarakat lainnya,” kata Budi Hermanto di bilangan Monas, Jakarta Pusat.

Ia menjelaskan, kegiatan penyampaian aspirasi tersebar di sejumlah titik, di antaranya kawasan Silang Selatan Monas, Tugu Tani, Tugu Proklamasi, kompleks DPR/MPR RI, serta beberapa kementerian dan lembaga di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Untuk mendukung pengamanan, sebanyak 9.505 personel gabungan diterjunkan. Jumlah tersebut terdiri dari 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemprov DKI Jakarta, dan 170 personel lainnya.

Menurut Budi, pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi sesuai amanat konstitusi dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Pada kesempatan hari ini petugas pelayanan hadir mengawal menjamin penyampaian aspirasi sebagai diatur dalam amanat konstitusi dan undang-undang 9 tahun ’98 dapat berjalan dengan Aman damai dan tertib,” ujarnya.

Budi menegaskan, petugas mengedepankan pelayanan dengan tetap menjunjung tinggi keselamatan dan hak asasi manusia. Pengamanan juga ditujukan untuk menjaga hak peserta aksi dalam menyampaikan pendapat sekaligus memastikan masyarakat lainnya tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, petugas Direktorat Lalu Lintas bersama unsur TNI-Polri telah melakukan rekayasa lalu lintas sejak pagi untuk mengantisipasi kepadatan akibat kegiatan tersebut.

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak di sekitar lokasi kegiatan agar menghindari kawasan terdampak atau menggunakan jalur alternatif yang telah diinformasikan melalui kanal media sosial resmi Polda Metro Jaya.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga masyarakat yang tidak memiliki kepentingan yang urgent dapat menghindari ataupun menggunakan jalur-jalur alternatif yang sudah kami sampaikan melalui media sosial official Polda Metro Jaya,” kata Budi.

Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh pihak terkait.

Polda Metro Jaya, lanjutnya, turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pengalihan arus lalu lintas dan penggunaan jalur alternatif mengganggu aktivitas harian warga.

“Kami juga mohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila di dalam kegiatan aktivitas harian terganggu karena ada pengalihan arus ataupun alternatif ruas-ruas jalan lainnya,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.