Koma.id – Ledakan hebat di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), menyebabkan sejumlah bangunan ruko rusak parah hingga porak-poranda. Sejumlah sepeda motor juga rusak dan terbakar akibat peristiwa yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) malam tersebut.
Pantauan di lokasi pada Kamis (15/10/2026), puing-puing bangunan, pecahan kaca, serta material dinding dan atap masih berserakan. Beberapa ruko mengalami kerusakan berat, mulai dari dinding yang hancur hingga kanopi yang ambruk.
Garis polisi dipasang di sekitar lokasi untuk membatasi akses masyarakat. Petugas gabungan masih melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap bangunan yang terdampak ledakan.
Ledakan Pasar Cimanggis Diduga Berasal dari Tabung LPG, Delapan Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Suara ledakan yang keras membuat warga sekitar terkejut dan bergegas menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi korban.
Seorang warga bernama Ade mengaku mendengar satu kali ledakan keras yang disertai getaran. Saat mendatangi sumber suara, ia melihat kondisi ruko sudah porak-poranda dan sejumlah korban tergeletak di sekitar bangunan.
“Ledakannya sekali, tapi besar. Duar! Langsung getar tanahnya,” kata Ade, dikutip dari pemberitaan media.
Dua Orang Tewas, Belasan Luka-luka
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka. Para korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Data awal yang dihimpun dari posko komunikasi SAR menyebutkan total korban mencapai 12 orang, terdiri dari dua korban meninggal dunia dan 10 korban luka. Sementara itu, laporan media lain menyebutkan jumlah korban luka mencapai 11 orang. Pendataan korban masih menjadi bagian dari penanganan kejadian.
Polisi Temukan Tabung Etilen
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Susatyo Purnomo Condro memastikan ledakan tersebut bukan berasal dari bom. Namun, penyebab pasti ledakan masih diselidiki.
Dalam pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram. Gas etilen lazim digunakan untuk membantu proses pematangan buah.
Bangunan yang mengalami kerusakan paling parah diketahui digunakan sebagai gudang penyimpanan buah. Meski demikian, polisi belum memastikan penyebab ledakan dan masih mendalami temuan di lokasi.
Pemeriksaan melibatkan tim penjinak bom, Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan.
Polisi juga memasang garis pengamanan untuk mencegah masyarakat memasuki area berbahaya, mengingat kondisi sejumlah bangunan yang rusak berat dikhawatirkan berpotensi roboh.








