Koma.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan pengamat politik Prof Iyyas Subiakto di kediamannya di Jalan Kutai Utara No. 1, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup. Iyyas mengatakan kedatangannya ke kediaman Jokowi merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus berdiskusi mengenai sejumlah isu aktual.
Menurut Iyyas, pertemuannya dengan Jokowi tidak membahas persoalan politik nasional. Keduanya justru berbincang mengenai perkembangan ekonomi global, termasuk perkembangan mata uang digital atau cryptocurrency.
“Silaturahmi saja, ngobrol-ngobrol saja. Saya kalau dengan Pak Jokowi tidak membicarakan politik, yang santai-santai saja. Tadi kami membahas uang digital,” kata Iyyas seusai bertemu Jokowi.
Iyyas merupakan pengamat politik yang sebelumnya juga memberikan pandangan terkait sejumlah isu politik nasional. Setelah pertemuan dengan Jokowi, ia turut menanggapi polemik mengenai persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kembali dipersoalkan melalui jalur hukum.
Terkait persoalan tersebut, Iyyas menilai isu mengenai latar belakang pendidikan Gibran tidak terlepas dari dinamika politik. Ia menyampaikan pandangannya setelah menemui Jokowi di Solo.
Sementara itu, Jokowi pada Kamis (24/9/2026) juga memberikan tanggapan mengenai gugatan yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran. Jokowi mengatakan persoalan tersebut telah masuk ke ranah hukum sehingga prosesnya diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku.
“Ini kan sudah masuk ke wilayah hukum. Jadi ya kita mengikuti proses hukum yang ada,” kata Jokowi.
Jokowi juga menjelaskan riwayat pendidikan Gibran mulai dari sekolah dasar hingga pendidikan di Singapura. Namun, terkait permintaan agar pencalonan Gibran dianulir, Jokowi menyerahkan keputusan kepada Mahkamah Konstitusi.
“Ya itu proses hukum, nanti yang memiliki kewenangan yaitu Mahkamah,” ujarnya.
Pertemuan Jokowi dengan Iyyas berlangsung di tengah sejumlah isu politik nasional yang kembali menjadi perhatian publik, termasuk perkara yang berkaitan dengan Gibran serta dinamika menjelang pembahasan berbagai agenda politik nasional.
Namun, berdasarkan keterangan Iyyas, pembahasan utama dalam pertemuan dengan Jokowi justru berkaitan dengan perkembangan ekonomi global dan uang digital, bukan agenda politik nasional.













