Koma.id – Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan humanis untuk mengawal aksi massa buruh yang digelar di sejumlah titik di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Pengamanan diarahkan agar penyampaian aspirasi berlangsung aman, damai, dan tertib.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kepolisian menyiapkan personel untuk memberikan pelayanan sekaligus menjaga keamanan selama aksi berlangsung.
Menko PMK: Wajib Halal Mulai Oktober 2026 untuk Lindungi Masyarakat dan Perkuat Kepercayaan
Menurut Budi, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, polisi akan mengedepankan komunikasi, dialog, dan pendekatan persuasif dalam mengawal massa buruh.
“Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pikiran dan aspirasinya. Polri hadir untuk melayani dan menjaga ruang tersebut agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman, damai, dan tertib,” ujar Budi di Jakarta, dikutip Kamis (24/9/2026).
Pengamanan dilakukan dengan menyiapkan personel untuk mengatur lalu lintas, melakukan patroli wilayah, memberikan pelayanan kepada masyarakat di sekitar lokasi aksi, serta menyiapkan dukungan kesehatan.
Menteri Imipas Sahkan Regulasi Tata Kelola Pelayanan Publik, Hasilkan 33 SOP Keimigrasian
Pelaksanaan pengamanan di lapangan akan menyesuaikan perkembangan situasi. Polda Metro menekankan pendekatan humanis dan komunikasi dengan peserta aksi maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Untuk pengamanan kegiatan masyarakat di Jakarta hari ini, Polda Metro Jaya menyiapkan 26.386 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, dan Pamdal DPR-MPR.
Dari total tersebut, 73 kegiatan merupakan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Pengamanan antara lain disiapkan di kawasan Monas, Bundaran HI, Jalan Thamrin, serta kompleks DPR dan MPR.
Sebanyak 4.020 personel disiapkan di kawasan Monas dan Silang Selatan, 4.051 personel di sekitar Bundaran HI, Dukuh Atas, dan Jalan Thamrin, serta 3.663 personel di kawasan DPR dan MPR.
Budi mengatakan pengamanan tersebut bertujuan memastikan massa buruh dapat menyampaikan aspirasi dengan baik, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan.
Polda Metro juga mengimbau peserta aksi dan seluruh masyarakat untuk saling menghormati, menjaga ketertiban, serta memperhatikan hak pengguna jalan dan warga lainnya.
“Mari bersama-sama menjaga ruang demokrasi dengan saling menghormati, menjaga ketertiban, dan menghormati hak masyarakat lainnya. Polri untuk Demokrasi, Polri hadir melayani masyarakat,” kata Budi.
Aksi massa hari ini dipusatkan di sejumlah kawasan, di antaranya Sudirman-Thamrin, Monas, serta sekitar Gedung DPR/MPR/DPD RI. Polda Metro juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional mengikuti perkembangan massa di lapangan.













