Koma.id – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan kembali menggelar rapat terbatas (ratas) mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini. Prabowo juga akan memanggil para ahli dalam ratas.
“Hari ini rencana kita mau ratas mitigasi karhutla supaya tidak terus berulang setiap tahun. Semua sektor harus dimitigasi. Sedih kita kalau kejadian yang kita sudah tahu tapi terus berulang,” kata Prasetyo kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).
Menko PMK: Wajib Halal Mulai Oktober 2026 untuk Lindungi Masyarakat dan Perkuat Kepercayaan
“Rapat di Istana. Akan ada beberapa ahli yang dipanggil,” imbuhnya.
Prasetyo menekankan pentingnya edukasi dalam penanganan karhutla. Di samping itu, dia menyebut presiden telah memerintahkan agar anak buahnya memfasilitasi pembukaan lahan agar tidak dilakukan dengan cara membakar.
“Edukasi penting, karena semua kebakaran berasal dari ulah manusia. Presiden sudah perintah juga, jika rakyat mau buka lahan butuh alat berat, lebih baik lapor ke aparat, nanti dibantu dan kita siapkan anggaran khusus. Intinya jangan buka lahan dengan bakar-bakar, kerugian kita lebih besar,” tutur Prasetyo.
Menteri Imipas Sahkan Regulasi Tata Kelola Pelayanan Publik, Hasilkan 33 SOP Keimigrasian
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan upaya pemerintah dalam menangani masalah karhutla dilakukan melalui sektor pendidikan. Pemerintah, sebutnya, tengah menggodok agar pentingnya mitigasi karhutla dimasukkan dalam muatan lokal (mulok) kurikulum.
“Kemarin sudah kita minta masuk ke kurikulum mulok. Kita minta masuk juga ke pendidikan agama sejak dini. Segala cara harus ditempuh,” ujarnya.
Pemerintah, kata Prasetyo, juga telah memesan pesawat Beriev atau pesawat amfibi dan peralatan pemadam. Sejak tahun lalu, pemerintah juga telah menyiapkan hingga 2.000 unit truk damkar dalam menangani karhutla.
“Selain kita siapkan peralatan yang mumpuni jika terjadi. Sebenarnya kita ini udah pesan pesawat-pesawat model Beriev dan peralatan fire fighting. Untung tahun lalu kita sudah nekat beli truk pemadam kebakaran sekitar 2.000 unit dan terbukti sekarang banyak dan dibutuhkan,” kata dia.








