Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Pemerintah Perpanjang Bansos Beras hingga Desember, Siapkan Anggaran Rp17 Triliun

×

Pemerintah Perpanjang Bansos Beras hingga Desember, Siapkan Anggaran Rp17 Triliun

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Perpanjang Bansos Beras hingga Desember, Siapkan Anggaran Rp17 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto / Istimewa)

Koma.id Pemerintah memperpanjang program bantuan pangan beras hingga akhir 2026. Untuk penyaluran periode Oktober hingga Desember, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perpanjangan bantuan pangan beras tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

“Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga, dikutip Jumat (11/9/2026).

Airlangga mengatakan anggaran yang disiapkan untuk bantuan beras selama tiga bulan tersebut mencapai sekitar Rp17 triliun.

Bantuan akan menyasar sekitar 33,2 juta keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. Masing-masing keluarga memperoleh alokasi 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk periode tiga bulan.

Namun, pemerintah tengah mempertimbangkan perubahan mekanisme penyaluran. Jika sebelumnya bantuan diberikan 10 kilogram setiap bulan, pemerintah membuka opsi agar alokasi tiga bulan tersebut disalurkan sekaligus sebanyak 30 kilogram.

“Jumlahnya tetap per kuartal 30 kilogram dan biasanya paketnya 10 kilogram. Tetapi kemarin dari Menko Pangan (Zulkifli Hasan) mengusulkan supaya paketnya dijadikan satu di 30 kilogram,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, keputusan mengenai teknis penyaluran tersebut akan dilakukan oleh Perum Bulog. Dengan demikian, skema 30 kilogram sekaligus masih menunggu pengaturan teknis dari Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan pihaknya siap menjalankan penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi Oktober, November, dan Desember.

“Dari sisi stok, Bulog sangat siap untuk kembali menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Oktober hingga Desember,” kata Rizal.

Bulog menyatakan kesiapan tersebut didukung stok beras pemerintah yang mencapai lebih dari 4 juta ton, jaringan pergudangan di berbagai wilayah Indonesia, serta pengalaman dalam menjalankan penugasan pangan nasional.

Perpanjangan bantuan pangan beras juga menjadi bagian dari langkah pemerintah menghadapi potensi fenomena El Nino yang dinilai dapat memengaruhi produksi pertanian dan ketersediaan pangan.

Pemerintah sebelumnya telah menyalurkan bantuan pangan beras kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelumnya juga menyebut penyaluran bantuan pangan dalam jumlah besar dapat membantu menekan harga beras di tingkat konsumen. Untuk program bantuan pangan tahap sebelumnya, pemerintah mengalokasikan bantuan bagi sekitar 33,24 juta KPM.

Bapanas menyebut alokasi tiga bulan mencapai hampir 1 juta ton beras. Penyaluran dalam jumlah besar tersebut dinilai dapat mengurangi kebutuhan penerima untuk membeli beras di pasar sehingga berpotensi membantu mengendalikan harga dan inflasi pangan.

Dengan perpanjangan tersebut, program bantuan pangan beras akan tetap berjalan hingga penghujung 2026. Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat menjaga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat daya beli kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.