KOMA.ID, NUSANTARA – Investasi asing di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan. Perusahaan asal China, PT Starbright International Investment, resmi memulai pembangunan kawasan apartemen dan pusat komersial dengan nilai investasi mencapai Rp1,27 triliun.
Perusahaan yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group dan Indonesian Hainan Chamber of Commerce tersebut menjadi investor asing pertama yang melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek di kawasan IKN sejak ibu kota baru itu diresmikan.
Harga Pupuk Dikeluhkan Mahasiswa, Amran Siap Cabut Izin Distributor Bagi Yang Tidak Patuh
Presiden Direktur PT Starbright International Investment, Lu Keming, mengatakan proyek tersebut mengusung konsep hunian modern yang mengadopsi pengalaman perusahaan dalam mengembangkan kawasan di China selama lebih dari tiga dekade.
“Seluruh desainnya merupakan pengalaman yang pernah kami buat dari China yang merupakan berpengalaman lebih dari 30 tahun dan pastinya sangat bagus untuk dekorasinya. Pasti Pak Basuki dan timnya akan suka apartemen ini,” ujar Lu Keming usai prosesi groundbreaking, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, selain membangun apartemen, perusahaan juga akan mengembangkan kawasan pusat perbelanjaan serta fasilitas kebugaran yang mengusung konsep ramah lingkungan.
Menurut Lu, proyek tersebut akan menerapkan teknologi konstruksi modern yang selama ini digunakan dalam pembangunan kota-kota di China, termasuk konsep kota hijau rendah emisi (green low carbon city).
“Jadi kami membawa teknologi yang paling maju dari China. Sebelum ke sini kami memiliki tim khusus yang membuat desain hijau atau green design low carbon untuk pembangunan di China. Kami juga sangat terbuka apabila teman-teman media maupun Pak Basuki ingin melihat salah satu kota kami, yaitu Shenzhen, yang menerapkan konsep green city low carbon,” katanya.
Lu mengungkapkan, ketertarikan perusahaannya berinvestasi di IKN didasari keyakinan bahwa kawasan yang saat ini masih berkembang memiliki potensi besar menjadi kota modern apabila didukung pembangunan yang terencana.
“Kenapa memilih tempat yang kosong? Kami yakin kalau tempat yang kosong lalu kemudian ada andil pemerintah maka akan menjadi tempat yang indah jika dibangun dengan baik. Selain itu kami juga tertarik nantinya untuk berinvestasi di bidang hotel dan pariwisata,” ujarnya.
Berdasarkan perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada 9 Maret 2026, proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp1,27 triliun. Saat ini perusahaan telah memulai proses pembersihan lahan, sementara konstruksi utama dijadwalkan dimulai pada September 2026.
Sementara itu, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, mengatakan minat investor asing terhadap pembangunan IKN terus meningkat. Dalam waktu dekat, menurutnya, akan ada dua investor lain dari Korea Selatan dan China yang segera memulai proyek baru di kawasan ibu kota.
Salah satunya adalah perusahaan Dian Jaya dari Korea Selatan yang akan mengembangkan kawasan seluas delapan hektare dengan nilai investasi sekitar Rp2,5 triliun.
“Satu Dian Jaya dari Korea Selatan yang juga akan membangun apartemen, hotel, dan perkantoran di lahan seluas delapan hektare. Desainnya juga bagus, dengan total investasi Rp2,5 triliun,” kata Basuki.
Apartemen yang dikembangkan Starbright nantinya akan terdiri atas empat menara yang dibangun dalam dua tahap dengan total sekitar 680 unit. Hunian tersebut akan dipasarkan untuk masyarakat umum, baik melalui skema pembelian maupun penyewaan.
Adapun harga unit apartemen diperkirakan berada pada kisaran Rp600 juta hingga Rp1,2 miliar, dengan pilihan tipe satu, dua, dan tiga kamar tidur.













