Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Menkeu Rombak Komposisi Beasiswa LPDP, 80% Diprioritaskan Bidang Eksakta

Views
×

Menkeu Rombak Komposisi Beasiswa LPDP, 80% Diprioritaskan Bidang Eksakta

Sebarkan artikel ini
Menkeupurbaya Ys
Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto / Istimewa)

Koma.id Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengubah arah kebijakan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mulai 2026. Sebanyak 80 persen kuota beasiswa akan diprioritaskan bagi penerima di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) atau bidang eksakta serta industri strategis.

Purbaya mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu mendukung transformasi ekonomi dan target Indonesia menjadi lima besar kekuatan ekonomi dunia pada 2045.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus ditopang oleh SDM berkualitas, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta lahirnya wirausaha berbasis inovasi.

Bidang prioritas LPDP meliputi sektor pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, hilirisasi industri, maritim, hingga manufaktur maju.

Pemerintah menilai kebutuhan talenta pada sektor-sektor tersebut akan semakin besar untuk memperkuat daya saing nasional.

Meski demikian, Purbaya menegaskan kebijakan ini bukan berarti menghapus kesempatan bagi penerima beasiswa dari rumpun ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi.

Menurutnya, pengembangan bidang STEM justru akan diintegrasikan dengan disiplin ilmu sosial dan humaniora agar kemajuan teknologi tetap menghasilkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain mengubah komposisi beasiswa LPDP, Kementerian Keuangan juga akan memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis riset (evidence-based policy).

Pemerintah berharap sinergi tersebut mampu mempercepat inovasi sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.