Koma.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menambah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai langkah memperkuat likuiditas perbankan nasional. Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan perbankan memiliki ruang yang cukup dalam menyalurkan kredit kepada sektor riil.
Purbaya menjelaskan, total dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara akan meningkat menjadi sekitar Rp400 triliun. Sebelumnya, pemerintah telah mengembalikan penempatan dana menjadi Rp200 triliun dan akan menambah masing-masing Rp100 triliun secara bertahap hingga akhir tahun.
Ancaman PHK Besar-besaran RI di Depan Mata
Menurut Purbaya, langkah tersebut diambil karena likuiditas perbankan pelat merah mulai mengalami tekanan. “Dengan tambahan dana pemerintah, bank-bank Himbara diharapkan memiliki kemampuan lebih besar untuk menjaga penyaluran kredit dan menopang pertumbuhan ekonomi,” jelas Purbaya, dikutip Minggu (28/6/2026).
ESDM Pastikan B50 Tak Pengaruhi Harga Solar
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Riduan, menyambut positif kebijakan tersebut. Ia menilai tambahan dana SAL akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan, terutama di tengah tantangan suku bunga yang masih tinggi dan kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat.
Riduan mengatakan kepastian penempatan dana pemerintah secara bertahap memberikan ruang bagi Himbara untuk mengelola likuiditas secara lebih optimal. Dengan kondisi likuiditas yang lebih kuat, bank diharapkan dapat terus menyalurkan kredit kepada dunia usaha tanpa menghadapi tekanan pendanaan yang berlebihan.
Pemerintah menegaskan penempatan dana SAL di Himbara merupakan salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Dana tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan perbankan dalam mendukung pembiayaan sektor produktif dan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.













