Koma.id– Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode saat ini sebagai yang paling mundur dan gagal dibandingkan periode sebelumnya, pernyataan yang ia sampaikan di tengah menjelang Muktamar ke-35 PBNU pada Agustus 2026 di Gedung DPR RI.
Ia menegaskan bahwa kritik tersebut bukan sebagai politisi, melainkan sebagai kader NU yang memiliki kepedulian terhadap perbaikan organisasi, serta menilai perlunya perubahan manajemen menyeluruh agar PBNU kembali optimal dalam menjalankan perannya.
“Kenapa saya berani ngomong? Saya sebagai kader NU tidak ingin ada kemunduran di dalam pengelolaan Pengurus Besar NU,” kata dia. Menurut Cak Imin, perlu ada perubahan manajemen secara menyeluruh agar PBNU dapat kembali menjalankan perannya secara optimal. “Ini sebagai rasa cinta saya sebagai kader agar terjadi perubahan manajemen menyeluruh. Supaya tidak ada lagi apa… kesimpulan periode ini periode yang paling gagal dibanding periode-periode yang lain. Supaya disadari ada perbaikan,” kata dia.
Cak Imin juga menyoroti pentingnya PBNU untuk lebih tegas menjaga jarak dari keterlibatan politisi dalam struktur kepengurusan, karena menurutnya kader NU yang berpolitik sebaiknya fokus di partai politik, sementara organisasi keagamaan harus tetap bersih dan independen demi perbaikan tata kelola ke depan.












