KOMA.ID, JAKARTA – Dinamika menuju Kongres IX Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) semakin menarik dengan munculnya sejumlah nama yang digadang-gadang maju sebagai calon Ketua Umum. Salah satu sosok yang menjadi perhatian publik organisasi adalah *Gurun Arisastra*, yang selama ini dikenal sebagai juru bicara Aliansi 40 Ormas Islam dan Ketua Bidang Hukum dan HAM PB SEMMI.
Nama Gurun Arisastra mulai mendapat perhatian luas setelah aktif mengawal berbagai isu strategis nasional, termasuk menjadi salah satu perwakilan Aliansi 40 Ormas Islam dalam sejumlah agenda advokasi dan pelaporan hukum diantaranya yakni melaporkan Ade Armando, Permadi Arya, Grace Natalie dalam kasus Video Potongan Ceramah Jusuf Kalla dan menjadi Kuasa Hukum Keluarga Ahmad Bahar melawan Hercules Ketua Umum Grib Jaya terkait Kasus Persekusi dan Intimidasi. Kiprahnya dalam bidang hukum dan organisasi menjadikan dirinya sebagai salah satu kader yang diperhitungkan dalam kontestasi menuju kursi Ketua Umum PB SEMMI periode 2026–2029.
Melalui berbagai forum organisasi, Gurun dikenal sebagai kader yang konsisten menyuarakan penegakan hukum, keadilan, serta penguatan peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa. Pengalaman panjangnya di lingkungan SEMMI menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dengan kader di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam materi sosialisasi pencalonannya, Gurun Arisastra mengusung sejumlah gagasan utama, di antaranya komitmen terhadap penegakan hukum dan keadilan, memperjuangkan hak asasi serta martabat mahasiswa, dan membangun SEMMI melahirkan pemimpin yang progresif serta berkarakter kuat. Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan tantangan organisasi mahasiswa di era modern yang membutuhkan kepemimpinan adaptif namun tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan organisasi.
Munculnya Gurun Arisastra sebagai bakal calon Ketua Umum juga menjadi sorotan karena latar belakangnya sebagai juru bicara Aliansi 40 Ormas Islam. Pengalaman berinteraksi dengan berbagai elemen organisasi kemasyarakatan dan tokoh nasional dinilai memberikan nilai tambah dalam membangun jejaring serta memperkuat posisi SEMMI di tingkat nasional.
Sejumlah kader menilai bahwa kehadiran Gurun dalam bursa calon Ketua Umum akan menambah warna dan dinamika demokrasi organisasi menjelang Kongres IX PB SEMMI yang dijadwalkan berlangsung di Banten pada 21–24 Juli 2026. Mereka berharap seluruh proses pencalonan dan pemilihan dapat berjalan secara demokratis, transparan, dan sesuai dengan konstitusi organisasi.
Kongres IX PB SEMMI sendiri akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi selama tiga tahun ke depan. Oleh karena itu, figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat konsolidasi kader, menjaga independensi organisasi, serta membawa SEMMI menjadi organisasi mahasiswa yang semakin berpengaruh dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan dan keumatan.
“Bersatu dalam Perjuangan, Berkarya untuk Peradaban” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam kontestasi menuju kepemimpinan baru PB SEMMI. Dengan pengalaman organisasi dan rekam jejak advokasi yang dimiliki, Gurun Arisastra kini menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan dalam perebutan kursi Ketua Umum PB SEMMI periode 2026–2029.













