KOMA.ID, JAKARTA – Koodinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, meminta Kejaksaan Agung mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang saat ini telah menjerat tiga mantan petinggi lembaga tersebut.
Menurut Boyamin, pengusutan perkara tidak boleh berhenti pada mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, dan mantan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Sonny Sonjaya yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ia menduga masih terdapat pejabat lain di lingkungan BGN yang perlu diperiksa terkait dugaan konflik kepentingan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus Silmy Karim, KPK Ungkap Rekening Office Boy hingga Keluarga Dipakai Tampung Uang Pemerasan
“Kami minta Kejaksaan Agung mengembangkan penyidikan dugaan korupsi BGN yang telah menetapkan tiga tersangka dengan menambah setidaknya minimal satu lagi tersangka,” kata Boyamin dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Boyamin mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat seorang pejabat tinggi yang diduga memiliki sekitar 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di sejumlah wilayah.
Padahal, kata dia, pejabat tersebut semestinya menjalankan fungsi pengawasan terhadap program MBG, bukan justru terlibat dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan.
“Pejabat yang tinggi juga, dari teman saya, diduga punya dua puluhan SPPG atau dua puluhan dapur umum. Yang mana itu mestinya tidak boleh, karena dia fungsi pejabat eselon satu tingkat tinggi yang justru fungsinya pengawasan,” ujarnya.
Boyamin menilai dugaan kepemilikan puluhan dapur MBG oleh seorang pejabat tinggi berpotensi menjelaskan mengapa sejumlah penyimpangan dalam program tersebut tidak terdeteksi atau tidak dicegah sejak awal.
Menurutnya, pejabat yang memiliki kewenangan pengawasan semestinya menjadi pihak pertama yang melaporkan dugaan penyimpangan kepada aparat penegak hukum.
“Nah, mestinya dia ngawasi, jangan sampai ada dugaan penyimpangan-penyimpangan. Tapi diduga yang bersangkutan malah tidak melakukan tugasnya untuk mengawasi dan diduga banyak penyimpangan karena dia konflik kepentingan,” tuturnya.
Soroti Struktur Pimpinan BGN Era Dadan
Boyamin juga menyinggung struktur kepemimpinan BGN pada masa Dadan Hindayana yang terdiri dari satu kepala dan tiga wakil kepala.
Selain Dadan sebagai Kepala BGN, terdapat tiga pejabat yang menduduki posisi wakil kepala, yakni Nanik Sudaryati Deyang, Lodewyk Pusung, dan Sonny Sonjaya.
Dari susunan tersebut, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya kini telah berstatus tersangka bersama Dadan Hindayana dalam perkara yang sedang ditangani Kejaksaan Agung. Sementara Nanik Deyang justru ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Dadan sebagai Kepala BGN.
Karena itu, Boyamin menilai penyidik perlu menelusuri lebih jauh apakah terdapat pihak lain di level pimpinan yang mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan berbagai kebijakan dan pengadaan yang kini menjadi objek penyidikan.
Akan Dilaporkan Resmi ke Kejagung
Sebagai tindak lanjut, Boyamin menyatakan akan mengirimkan laporan resmi kepada Kejaksaan Agung dalam waktu dekat.
Ia mengaku telah mengantongi identitas pejabat yang dimaksud, termasuk informasi mengenai lokasi puluhan SPPG yang diduga terafiliasi dengan pejabat tersebut.
“Saya akan melaporkan resmi kepada Kejaksaan Agung dengan surat resmi dilengkapi nama yang bersangkutan dan juga dapur umumnya di mana yang dua puluhan tadi, dan juga fungsi jabatannya,” tegas Boyamin.
Ia bahkan mengancam akan mengajukan gugatan praperadilan apabila laporan tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius oleh penyidik.
“Kalau ini tidak ditindaklanjuti, maka seperti biasa saya gugat ke praperadilan untuk membuka siapa nama orang itu dan termasuk dugaan penyimpangannya memiliki dua puluhan dapur umum atau SPPG,” ujarnya.
Boyamin berharap Kejaksaan Agung dapat mengusut perkara BGN secara menyeluruh agar tidak ada pihak yang lolos dari pertanggungjawaban hukum apabila terbukti terlibat dalam praktik korupsi maupun konflik kepentingan dalam proyek MBG yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.













