Koma.id – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tidak mungkin mengalami kebangkrutan karena ditopang kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Menurut Misbakhun, Indonesia masih memiliki banyak komoditas unggulan yang menjadi kekuatan ekonomi nasional, mulai dari crude palm oil (CPO), nikel, hingga sektor perkebunan dan kelautan.
“Indonesia ini negara kaya. Kita punya sumber daya alam yang luar biasa, mulai dari sawit, nikel, hasil perkebunan sampai sektor kelautan. Jadi APBN tidak mungkin bangkrut,” kata Misbakhun dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Politikus Partai Golkar itu meminta masyarakat memahami kondisi ekonomi nasional secara rasional dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menimbulkan ketakutan berlebihan.
Ia menilai persepsi publik terhadap kondisi ekonomi saat ini banyak dipengaruhi konten digital, termasuk informasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang kerap menggambarkan situasi ekonomi Indonesia seolah berada dalam kondisi krisis.
“Masyarakat jangan mudah percaya dengan narasi yang menakut-nakuti seolah ekonomi kita berada di ujung krisis,” ujarnya.
Misbakhun mengatakan pemerintah hingga saat ini masih mampu menjaga stabilitas fiskal dan mengelola APBN secara terkendali di tengah tekanan ekonomi global.
Ia menambahkan penerimaan negara dari sektor komoditas strategis masih menjadi penopang penting bagi keuangan negara, termasuk dari ekspor mineral, perkebunan, dan energi.
Selain itu, menurut dia, hilirisasi industri yang terus dijalankan pemerintah juga dinilai mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional dan memperkuat ketahanan fiskal Indonesia dalam jangka panjang.
Sebelumnya, sejumlah isu terkait kondisi fiskal dan ekonomi nasional ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk narasi mengenai potensi tekanan terhadap APBN akibat kondisi global dan pelemahan ekonomi dunia.
Namun pemerintah menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih relatif terjaga dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, dan rasio utang yang dinilai masih aman.







