Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

IHSG Dibuka Berdarah, Mayoritas Saham Melemah Tinggalkan Level 6.600

Views
×

IHSG Dibuka Berdarah, Mayoritas Saham Melemah Tinggalkan Level 6.600

Sebarkan artikel ini
Img 20260515 Wa0010
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG mengalami pelemahan sepanjang perdagangan tiga hari terakhir pada periode 11-13 Mei 2026. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan awal pekan dan langsung meninggalkan level psikologis 6.600. Tekanan jual yang terjadi sejak pembukaan perdagangan membuat mayoritas saham bergerak di zona merah.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat anjlok lebih dari 2 persen pada sesi awal perdagangan. Pelemahan terjadi seiring meningkatnya aksi jual investor di sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan keuangan.

Silakan gulirkan ke bawah

Tekanan di pasar saham domestik juga diikuti penurunan kapitalisasi pasar dan melemahnya rata-rata transaksi harian. Pelaku pasar disebut masih mencermati sentimen global maupun domestik yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan nasional.

Sejumlah analis menilai pelemahan IHSG dipicu kombinasi faktor eksternal dan internal, termasuk kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta meningkatnya kecenderungan investor mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman atau safe haven.

Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham bergerak melemah pada awal sesi. Volume transaksi tercatat cukup tinggi dengan dominasi tekanan jual di berbagai sektor.

Saham-saham perbankan besar juga mengalami koreksi dan menjadi salah satu penekan utama laju IHSG. Selain sektor keuangan, saham berbasis komoditas dan infrastruktur turut mengalami tekanan.

Analis pasar modal menilai kondisi tersebut menunjukkan investor masih cenderung berhati-hati terhadap prospek pasar jangka pendek.

“Pasar saat ini masih sensitif terhadap berbagai sentimen global maupun domestik. Investor memilih wait and see sambil melihat arah kebijakan ekonomi dan perkembangan pasar internasional,” ujar seorang analis pasar modal.

Sementara itu, nilai tukar rupiah juga bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat di tengah penguatan indeks dolar global. Kondisi ini turut menambah tekanan terhadap pasar keuangan domestik.

Bursa Efek Indonesia sebelumnya menyatakan terus memantau volatilitas pasar dan memastikan mekanisme perdagangan berjalan normal sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelemahan IHSG dalam beberapa waktu terakhir juga terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arus modal asing dan perlambatan aktivitas transaksi pasar saham domestik.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.