Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Isu Pemakzulan Prabowo Kembali Mengemuka, Kelompok Bisnis Disebut Cari Kanal Politik

Views
×

Isu Pemakzulan Prabowo Kembali Mengemuka, Kelompok Bisnis Disebut Cari Kanal Politik

Sebarkan artikel ini
Prabowo Sedakep

Jakarta – Dinamika politik nasional kembali menjadi sorotan seiring munculnya analisis mengenai potensi intervensi kelompok bisnis dalam konstelasi kekuasaan. Sejumlah pihak yang merasa dirugikan oleh kebijakan “bersih-bersih” pemerintahan Prabowo Subianto disebut berpeluang mencari jalur politik untuk memengaruhi stabilitas pemerintahan.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, menilai tekanan ekonomi dapat mendorong kelompok tertentu untuk membangun aliansi strategis. “Mereka yang terganggu secara ekonomi mulai mencari kanal politik. Ini berbahaya jika bertemu dengan kelompok yang memang punya agenda pemakzulan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Amir, narasi pemakzulan yang sebelumnya sempat mencuat di ruang publik belum sepenuhnya hilang. Ia menilai isu tersebut masih berpotensi muncul kembali, terutama jika didorong oleh momentum politik yang tepat.

Ia juga mengungkap adanya pergerakan kelompok tertentu yang tidak tampak secara terbuka, termasuk pihak-pihak yang secara formal berada dalam lingkar kekuasaan. “Secara kasat mata mungkin tidak terlihat, tapi ada kelompok yang menunggu momentum. Mereka tidak bergerak terbuka,” kata Amir.

Lebih jauh, Amir mengaitkan situasi ini dengan kemungkinan skenario suksesi kekuasaan. Ia menyebut adanya spekulasi bahwa sebagian pihak berharap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat naik menggantikan apabila terjadi krisis politik.

Dalam perspektif yang lebih luas, Amir juga menyinggung kemungkinan keterlibatan jaringan internasional dalam dinamika tersebut. Ia menyebut nama George Soros sebagai salah satu figur yang kerap dikaitkan dalam berbagai isu instabilitas politik global.

“Dalam banyak kasus global, instabilitas politik seringkali tidak berdiri sendiri. Ada jaringan, ada kepentingan, dan ada desain yang lebih besar,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.