Koma.id | Jakarta – Lebaran selalu punya cara menghadirkan kehangatan. Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam merayakan Idul Fitri dengan saling berkunjung, bermaaf-maafan, dan berbagi cerita. Di balik tradisi itu, ada makna yang lebih dalam: silaturahim.
Ustadz Zakaria dari Duta Mulia menuturkan, silaturahim bukan sekadar rutinitas Lebaran, melainkan ibadah yang membawa banyak keberkahan. “Silaturahim itu memperpanjang umur dalam arti keberkahan hidup, melapangkan rezeki, dan menumbuhkan kasih sayang di antara sesama,” ujarnya dengan penuh kelembutan.
Kematian Peserta Latsarmil SPPI Disorot, Koalisi: Jadi Alarm Bahaya Militerisasi Program Sipil
Mengapa Silaturahim Penting?
- Menguatkan ikatan keluarga dan persaudaraan. Lebaran jadi momentum untuk merajut kembali hubungan yang mungkin renggang.
- Membuka pintu rezeki. Allah menjanjikan kelapangan bagi mereka yang menjaga hubungan baik dengan sesama.
- Menumbuhkan empati. Dengan berkunjung, kita belajar memahami kondisi orang lain, sehingga tumbuh rasa peduli.
- Menjaga keberkahan hidup. Silaturahim membuat hidup lebih bermakna, penuh doa dan dukungan dari orang-orang terdekat.
Ustadz Zakaria mengingatkan, jangan biarkan kesibukan atau gengsi menghalangi kita untuk bersilaturahim.
“Lebaran adalah saat terbaik untuk membuka hati, meminta maaf, dan memberi maaf. Dengan begitu, kita bukan hanya menjaga hubungan dengan sesama, tapi juga memperkuat hubungan dengan Allah,” katanya.
Di tengah suasana Lebaran, silaturahim menjadi jembatan yang menghubungkan hati. Dari rumah ke rumah, dari senyum ke senyum, Lebaran bukan hanya tentang hidangan lezat, tetapi tentang rasa hangat yang membuat kita kembali dekat, kembali rukun, dan kembali damai.








