Koma.id– Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pengembangan perkebunan kelapa sawit di Papua sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Arahan ini disampaikan menyusul catatan besarnya nilai impor BBM yang disebut telah mencapai Rp520 triliun.
Dalam pernyataannya, Presiden mengusulkan penanaman kelapa sawit di wilayah Papua untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi nasional.
Tidak hanya sawit, Presiden juga mengusulkan pengembangan bahan bakar alternatif lain, seperti etanol yang bersumber dari tebu dan singkong.
Menurut Presiden, langkah strategis diversifikasi bahan bakar alternatif ini diyakini akan berdampak signifikan. Dampaknya antara lain meningkatkan kemandirian daerah, mendorong swasembada pangan dan energi, serta menghemat anggaran negara dalam jangka panjang.







