Koma.id | Pangkep – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti pelataran Kantor Bupati Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu malam (22/06), ketika 134 jamaah haji asal Kabupaten Pangkep akhirnya tiba di tanah air setelah menunaikan ibadah haji selama 43 hari.
Ribuan keluarga dan kerabat memadati area penyambutan untuk menyambut kloter 16 Debarkasi Makassar. Tangis haru, pelukan hangat, dan lantunan doa syukur menjadi gambaran yang tak terelakkan saat para tamu Allah dipertemukan kembali dengan orang-orang tercinta.
“Alhamdulillah, saya sehat sampai di kampung halaman, senang sekali bisa bertemu keluarga lagi,” ujar Hasnah, salah satu jamaah yang baru tiba, dengan mata berkaca-kaca.
Penyambutan yang berlangsung meriah sempat membuat situasi kurang terkendali. Ratusan penjemput yang memadati area pelataran membuat panitia dan petugas kewalahan, hingga menyebabkan tiga koper kecil milik jamaah belum ditemukan saat berita ini diturunkan.
Namun begitu, prosesi serah terima jamaah antara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar dan PPIH Kabupaten Pangkep tetap berlangsung khidmat.
Kepala Kemenag Kabupaten Pangkep, Muhammad Nur Haliq, memastikan seluruh jamaah dalam kondisi sehat. “Hanya saja, ini jadi catatan penting kami agar penyambutan kloter selanjutnya bisa berlangsung lebih tertib,” ujarnya.
Menariknya, sejumlah jamaah perempuan tampil menawan dengan busana berhias manik-manik, sebagian besar dibeli langsung dari Tanah Suci. Bagi warga Pangkep, ini adalah tradisi turun-temurun dalam menyambut kepulangan para haji.
Kepulangan kloter pertama ini menandai dimulainya proses kembalinya jamaah haji Sulawesi Selatan secara bertahap. Harapannya, seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur dan membawa berkah bagi keluarga serta masyarakat sekitarnya.










