Koma.id | Surabaya – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf resmi menutup operasional penyelenggaraan ibadah haji nasional 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu sore. Penutupan ditandai dengan kepulangan kloter terakhir, yakni UPG-43 Debarkasi Makassar, yang mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pukul 17.05 WITA dengan membawa 242 jemaah. Dengan tibanya kloter tersebut, seluruh jemaah haji Indonesia dipastikan telah kembali ke Tanah Air.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah haji Indonesia telah kembali dengan selamat. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi berakhir,” ujar Irfan Yusuf.
Sepanjang operasional haji 2026, pemerintah memberangkatkan:
- 202.636 jemaah reguler dalam 527 kloter dari 16 embarkasi.
- 16.585 jemaah khusus dan 1.016 petugas haji khusus.
- Jemaah dengan karakteristik beragam: 44.247 lanjut usia, 170.700 berisiko tinggi, 370 berkebutuhan khusus, dan 275 pengguna kursi roda.
Hingga operasional ditutup, tercatat 367 jemaah dan satu petugas meninggal dunia di Arab Saudi, sementara 60 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Menhaj memaparkan sejumlah terobosan yang diterapkan tahun ini:
- Digitalisasi layanan untuk mempercepat akses informasi.
- Penurunan biaya haji sebesar Rp2 juta tanpa mengurangi kualitas layanan.
- Penerapan embarkasi tanpa asrama di Yogyakarta.
- Distribusi 24,18 juta boks makanan, pengoperasian 15.212 bus antarkota perhajian, serta 11.990 trip bus shalawat.
- Layanan kesehatan berlapis melalui tenaga medis di setiap kloter, klinik satelit, dan kerja sama dengan rumah sakit Arab Saudi.
Meski operasional telah berakhir, pemerintah menegaskan pelayanan belum berhenti. Kemenhaj akan menggelar rapat evaluasi komprehensif selama tiga hari pada akhir pekan ini. Fokus evaluasi mencakup:
- Layanan di Mina.
- Penguatan syarat istithaah kesehatan.
- Tata kelola pemondokan, katering, dan transportasi jemaah.
“Kami mencatat masih ada pekerjaan rumah, terutama terkait layanan di Mina dan istithaah kesehatan. Semua catatan akan menjadi fokus evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan semakin profesional, aman, dan nyaman,” tegas Irfan.
Menhaj menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, DPR RI, Pemerintah Arab Saudi, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, media massa, serta seluruh petugas haji yang telah bekerja keras. Ia berharap seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Berakhirnya operasional haji 2026 menjadi penanda dimulainya persiapan penyelenggaraan haji 2027. Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan yang lebih profesional, adaptif, dan berfokus pada kebutuhan jemaah.








