Koma.id– Polemik keaslian ijazah Presiden Ke-7 Joko Widodo kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais secara terbuka mengkritisi Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat Jokowi menempuh pendidikan tinggi.
Dalam aksi yang digelar Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) di kampus UGM, Selasa (15/4/2025), Amien menyebut almamaternya itu telah menjadi alat kekuasaan.
Amien bahkan menyatakan keyakinannya bahwa ijazah Jokowi tidak otentik dengan menyebut dokumen itu sebagai ijazah oplosan aias abal-abal.
“Kalau saya yakin memang ijazahnya itu tidak ada. Kalau ijazah oplosan, memang dibuat, tapi sudah dikatakan oleh para ahli, itu jelas maaf abal-abal,” kata Amien dikutip.
Sementara itu pakar telematika Roy Suryo ikut menyoroti transparansi dokumen akademik Jokowi. Ia mengacu pada Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang memberikan hak kepada masyarakat untuk mengakses karya ilmiah, termasuk skripsi.
“Undang-undang itu membolehkan setiap orang untuk melihat skripsi karya orang lain, itu enggak boleh dilarang. Akhirnya tadi ditunjukkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Fakultas Kehutanan UGM melalui pernyataan resmi pada 21 Maret 2025 menegaskan keaslian ijazah dan skripsi Jokowi. Dekan Fakultas Kehutanan, Sigit Sunarta, menyatakan Jokowi tercatat sebagai mahasiswa aktif, menjalani perkuliahan, dan menyusun skripsi sesuai prosedur akademik.
“Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” ujar Sigit dilansir dari laman resmi UGM, dikutip Selasa (15/4/2025).
Terkait tudingan soal penggunaan font Times New Roman yang dianggap belum lazim di era 1980-an, Sigit menegaskan font tersebut sudah banyak digunakan mahasiswa kala itu.
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun sampul dan halaman awal dicetak, isi skripsi sebanyak 91 halaman diketik manual menggunakan mesin tik.
Mendukung pernyataan fakultas, Frono Jiwo, rekan seangkatan Jokowi di UGM, juga memberikan kesaksian. Ia menegaskan dirinya dan Jokowi sama-sama masuk tahun 1980 dan lulus pada 1985. Ia mengaku prihatin dengan hoaks yang terus menyebar di media sosial.







