Koma.id – Hasan Nasbi selaku Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) dinilai tidak berkomunikasi dengan baik dan bahkan tidak berempati terhadap teror yang dialami oleh media Tempo.
“Sungguh tidak becus membangun komunikasi dan tidak ada empati dari Hasan Nasbi atas teror kepada Tempo dengan yang mengirim kepala babi. Sungguh tidak menggambarkan sebagai seorang Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan yang merupakan corong presiden,” ujar Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, Senin (24/3).
Menurut Fernando, apa yang disampaikan oleh Hasan Nasbi akan dianggap oleh publik merupakan pernyataan dari Presiden Prabowo Subianto.
Bukan kali ini saja Hasan Nasbi yang membuat kontroversi sehingga Presiden Prabowo Subianto perlu segera mencopot Hasan Nasbi atau membubarkan Kantor Komunikasi Kepresidenan.
“Semakin banyak daftar pembantu Prabowo yang membuat pernyataan membuat gaduh sehingga tidak layak disebut sebagai pembantu Presiden,” tambahnya.
Fernando menambahkan bahwa pernyataan Hasan Nasbi telah melukai perasaan seluruh insan pers yang menganggap remeh teror yang dilakukan terhadap media. “Apalagi ada teror lanjutan yang ditujukan kepada Tempo dengan mengirim bangkai tikus,” imbuhnya.
Fernando meminta agar pemerintah perlu menganggap bahwa teror tersebut merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers.
“Saya kembali berharap Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Hasan Nasbi sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan sehingga lembaga yang dipimpinnya saat ini dapat benar-benar membantu Presiden dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” harap dan pungkas Fernando.













