Koma.id, Riau – Seekor harimau Sumatera yang sebelumnya dilaporkan memangsa seorang pekerja di kawasan hutan tanaman industri Kabupaten Pelalawan, Riau, akhirnya berhasil masuk ke perangkap besi yang dipasang oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Langkah ini dilakukan untuk mencegah konflik lebih lanjut antara satwa liar dan manusia.
Harimau betina berusia tiga tahun tersebut terlihat terekam kamera trap saat mendekati kandang jebak yang dipasang dengan umpan seekor kambing. Strategi tersebut berhasil memancing kehadiran hewan langka ini, yang saat ini terancam punah. Kamis (20/03/25).
Setelah harimau berhasil diamankan, tim BBKSDA Riau segera mengevakuasinya. Menurut hasil pemeriksaan dokter hewan, kondisinya dinyatakan sehat dan siap untuk menjalani rehabilitasi di kandang habituasi yang berada di salah satu hutan konservasi di Riau. Langkah ini dilakukan agar satwa dapat beradaptasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.
“Dari postur tubuhnya, harimau ini adalah betina yang sedang menuju fase dewasa. Kondisinya sangat baik, dan diharapkan dalam beberapa hari ke depan sudah bisa kembali ke habitat alam,” ujar Kepala BBKSDA Riau, Genman S. Hasibuan.
Insiden yang melibatkan harimau sumatera ini dilaporkan terjadi pada 13 Maret lalu, saat Yafao Zebua, seorang pekerja di kawasan hutan tanaman industri, diterkam dari belakang ketika ia hendak menuju perahu setelah selesai bekerja. Kasus ini menjadi perhatian serius karena meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar, terutama di daerah yang berbatasan dengan habitat alami.
Upaya rehabilitasi ini tidak hanya menjadi langkah penyelamatan bagi harimau yang terancam punah, tetapi juga bagian dari usaha melindungi manusia dari potensi konflik satwa liar di masa depan. BBKSDA Riau terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat berada di sekitar kawasan konservasi.








