Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Fadli Zon Nilai Megawati Tak Bisa Bedakan Agenda Partai dan Negara

Views
×

Fadli Zon Nilai Megawati Tak Bisa Bedakan Agenda Partai dan Negara

Sebarkan artikel ini
Megawati-Ganjar
Megawati Soekarnoputri dan Ganjar Pranowo.

KOMA.ID, JAKARTA – Wakil ketua umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon menilai bahwa ada kesalahpahaman terkait dengan retreat. Hal ini disampaikannya untuk merespons perintah Megawati Soekarnoputri yang melarang kepala daerah dari PDIP untuk ikuti retreat di Akmil Magelang, Jawa Tengah.

“Ini kan sebenarnya bukan program kepartaian, ini kan daerah-daerah itu kan Gubernur, Bupati, Walikota, ini kan dari hasil Pilkada, yang latar belakangnya itu beragam,” kata Fadli Zon di Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2025).

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menegaskan bahwa retreat tersebut adalah program pembekalan dan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan roda pemerintahan. Sehingga program tersebut merupakan agenda negara yang dijalankan oleh Kementerian Dalam negeri terhadap para kepala daerah.

“Jadi harus dibedakan gitu ya,” ujarnya.

Fadli Zon pun menilai seharusnya para Kepala Daerah itu paham bahwa loyalitas mereka adalah kepada negara dan rakyat, bukan lagi kepada partai politik, sekalipun mereka berhasil mendapatkan jabatan tersebut berkat peran partai politik.

“Kalau terkait dengan negara, loyalitasnya harus kepada loyalitas negara,” tegasnya.

Sebab ada kalimat pepatah yang dia kutip dari Presiden ke 3 Amerika Serikat, yakni Thomas Jefferson. Di mana ia mengatakan, “My loyalty to the party ends where my loyalty to the country begins” (Kesetiaan saya kepada partai berakhir ketika kesetiaan saya kepada negara dimulai).

“Jadi loyalitas kepada partai itu berakhir ketika loyalitas kepada negara itu dimulai,” tutur Fadli Zon.

Oleh sebab itu, ketika ada Kepala Daerah lebih patuh kepada pimpinan partai politik di tengah agenda negara, maka di situlah kenegarawanan seseorang diuji coba.

“Nah itu, kita akan lihat mana yang negarawan mana yang politisi,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.